
Seperti solar bersubsidi, pembelian pertalite juga wajib pakai QR Code. (Riau Pos/JawaPos Group).
JawaPos.com - Pemerintah diminta untuk memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi jenis solar. Diduga konsumsi solar di sejumlah daerah yang pakai barcode dimanfaatkan untuk penimbunan stok.
Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anggawira mengatakan, konsumsi solar di sejumlah daerah yang menggunakan banyak barcode untuk menimbun stok. Pemerintah diminta lebih ketat lagi melakukan pengawasan distribusi BBM di sejumlah kawasan agar tidak membuka peluang penimbunan pasokan.
"Hal terpenting adalah menjaga stabilitas pasokan dan memperketat pengawasan distribusi agar tidak terjadi panic buying," ujar Anggawira kepada wartawan pada Rabu (13/5).
Selain itu, diminta untuk mempertimbangkan beberapa langkah seperti optimalisasi distribusi solar subsidi di daerah rawan antrean, pengawasan konsumsi industri atau kendaraan yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi.
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral & Batubara (ASPEBINDO) itu menjelaskan beberapa langkah konkret yang perlu diperkuat agar distribusi BBM subsidi bisa dijalankan secara tepat sasaran. Pertama, regulator maupun Pertamina melakukan penguatan integrasi data digital dan verifikasi kendaraan secara real-time.
“Termasuk sinkronisasi barcode dengan identitas kendaraan, NIK, pola konsumsi hingga lokasi pengisian,” katanya.
Kedua, perlunya memperkuat pengawasan di SPBU, terutama di wilayah rawan penyalahgunaan. “Pengawasan tidak hanya manual tetapi juga berbasis digital analytics sehingga pola pembelian yang abnormal bisa cepat terdeteksi,” ujarnya. Ketiga, penindakan tegas terhadap praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi.
Anggawira meyakini kepastian penegakan hukum sangat penting agar ada efek jera. Untuk itu, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak melakukan penimbunan ataupun pembelian berlebihan menggunakan banyak barcode atau modus lainnya.
Ketika panic buying terjadi, tegas Anggawira, pihak yang paling dirugikan justru sebenarnya adalah masyarakat kecil dan sektor produktif yang selama ini membutuhkan solar subsidi untuk bekerja dan menjalankan usaha sehari-hari. Sebab, energi merupakan kebutuhan bersama.
Untuk itu, distribusi BBM harus dijaga secara adil, tertib, dan bertanggung jawab. “Kami percaya pemerintah, regulator, Pertamina, dan masyarakat bisa bersama-sama menjaga agar subsidi energi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” kata Anggawira.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022