Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 07.34 WIB

Mekanisme Pasar Membuat SPBU Swasta Menaikkan Harga BBM Nonsubsidi

Sejumlah pengendara roda empat mengantri mengisi BBM di SPBU Swasta di Kalideres, Jakarta, Selasa (31/03/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pengendara roda empat mengantri mengisi BBM di SPBU Swasta di Kalideres, Jakarta, Selasa (31/03/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Baik yang dijual SPBU Pertamina maupun SPBU swasta. Kenaikan harga itu dampak dari harga minyak dunia yang masih terus meningkat.

Menurut anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan kenaikan harga nonsubsidi merupakan hal yang wajar. Sebab, harga minyak dunia saat ini masih terus meningkat.

Kecuali pertalite dan solar, harga BBM mengikuti harga pasar. Jika tidak dinaikkan maka, akan menjadi beban bagi pemerintah dan juga Pertamina maupun badan swasta lainnya.

BBM nonsubsidi harus menyesuaikan dengan kondisi harga di pasaran. Jadi, tidak heran kalau ada kenaikan dari BBM nonsubsidi. Kalau dibiarkan dengan harga lama, tentu akan menjadi beban bagi Pertamina dan juga APBN. Bagi badan usaha swasta, saya rasa mungkin juga sama,” kata Eddy kepada wartawan yang dikutip Senin (4/5).

Sebagaimana diketahui, Pertamina sudah menaikkan harga Pertamax Turbo dan Pertamina Dex pada pertengahan April 2026. Penyesuaian harga itu diikuti sejumlah SPBU swasta, seperti BP Indonesia dan VIVO pada awal Mei 2026 ini.

Untuk BP, menetapkan harga BP Ultimate Diesel (CN51) Rp 30.890 per liter atau naik sebesar Rp 5.430. Harga yang sama juga ditetapkan VIVO untuk Primus Plus (CN 51) sebesar Rp 30.890 per liter, juga naik sebesar Rp5.430.

Pekan ini, Pertamina baru melakukan penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. 

Sementara Pertamax dan Pertamax Green masih tetap, demikian halnya dengan BBM subsidi Pertalite dan Bio Solar, dengan rincian sebagai berikut:

  • Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter  (tetap)
  • Bio Solar (CN 48): Rp 6.800 per liter  (tetap)
  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter  (tetap)
  • Pertamax Green (RON 95): Rp 12.900 per liter  tetap
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 19.900 per liter – naik Rp 500 dibandingkan harga 18 April 2026
  • Dexlite (CN 51): Rp 26.000 per liter – naik Rp 2.400 dibandingkan harga 18 April 2026
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 27.900 per liter – naik Rp4.000 dibandingkan harga 18 April 2026 

Baca Juga:Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Tajam untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex

Eddy menyebut untuk BBM nonsubsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar, kenaikan harga bukan suatu hal yang mengagetkan. Ia mengatakan pada waktu tertentu, harga tersebut akan disesuaikan bila harga minyak global sedang turun.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore