
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan nasib kerja sama Indonesia-AS di sektor energi, usai pemerintah memutuskan beli crude dari Rusia. (ANTARA)
JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan nasib kerja sama Indonesia-AS di sektor energi tetap berjalan dan tidak terganggu meskipun Indonesia saat ini menjajaki pembelian minyak mentah (crude) dan LPG dari Rusia.
Bahlil menjelaskan kebutuhan minyak mentah dalam negeri kurang lebih mencapai 300 juta barel per tahun. Oleh karena itu, Indonesia akan menerima pasokan minyak mentah dari berbagai negara, termasuk dari AS dan Rusia.
"Pertanyaan kemudian, apakah dengan kita membeli crude dari Rusia. Kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain, termasuk dengan Amerika? Saya katakan bahwa kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barel. Jadi, semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan," kata Bahlil di pelataran Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/4) sore.
Bahlil melaporkan hasil pertemuannya dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin bidang energi dan Menteri Energi Rusia di Moskow kepada Presiden Prabowo. Pertemuan antara delegasi Pemerintah Indonesia dan Rusia itu untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin di Moskow pada Senin (13/4).
Bahlil menilai hasil pertemuannya dengan delegasi Pemerintah Rusia "cukup menggembirakan". "Kita akan mendapat pasokan crude (minyak mentah) dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita," katanya.
Bahlil juga membuka komunikasi terkait kerja sama impor LPG dari Rusia. Walaupun demikian, ia menyebut pembicaraan terkait LPG masih membutuhkan 2-3 kali pertemuan.
"Insya Allah kita juga akan mendapat support (dukungan), tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua-tiga tahap, tetapi kalau crude-nya saya pikir sudah, sudah hampir final," ujarnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
