Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 April 2026 | 19.10 WIB

Pemerintah Beli Crude dari Rusia, ini Jawaban Bahlil soal Kelanjutan Kerja Sama dengan AS

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan nasib kerja sama Indonesia-AS di sektor energi, usai pemerintah memutuskan beli crude dari Rusia. (ANTARA) - Image

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan nasib kerja sama Indonesia-AS di sektor energi, usai pemerintah memutuskan beli crude dari Rusia. (ANTARA)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan nasib kerja sama Indonesia-AS di sektor energi tetap berjalan dan tidak terganggu meskipun Indonesia saat ini menjajaki pembelian minyak mentah (crude) dan LPG dari Rusia.

Bahlil menjelaskan kebutuhan minyak mentah dalam negeri kurang lebih mencapai 300 juta barel per tahun. Oleh karena itu, Indonesia akan menerima pasokan minyak mentah dari berbagai negara, termasuk dari AS dan Rusia.

"Pertanyaan kemudian, apakah dengan kita membeli crude dari Rusia. Kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain, termasuk dengan Amerika? Saya katakan bahwa kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barel. Jadi, semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan," kata Bahlil di pelataran Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/4) sore.

Bahlil melaporkan hasil pertemuannya dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin bidang energi dan Menteri Energi Rusia di Moskow kepada Presiden Prabowo. Pertemuan antara delegasi Pemerintah Indonesia dan Rusia itu untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin di Moskow pada Senin (13/4).

Bahlil menilai hasil pertemuannya dengan delegasi Pemerintah Rusia "cukup menggembirakan". "Kita akan mendapat pasokan crude (minyak mentah) dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita," katanya.

Bahlil juga membuka komunikasi terkait kerja sama impor LPG dari Rusia. Walaupun demikian, ia menyebut pembicaraan terkait LPG masih membutuhkan 2-3 kali pertemuan.

"Insya Allah kita juga akan mendapat support (dukungan), tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua-tiga tahap, tetapi kalau crude-nya saya pikir sudah, sudah hampir final," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore