Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 April 2026 | 02.30 WIB

Faktor Geopolitik Makin Intens Determinasi Harga Energi, Prasasti Sarankan 'Diplomasi Energi'

Arcandra Tahar. - Image

Arcandra Tahar.

JawaPos.com - Meningkatnya tensi di kawasan Teluk kembali menegaskan bahwa dinamika geopolitik memiliki peran besar dalam memengaruhi, bahkan mengendalikan, akses terhadap energi global. Pada 13 April, Amerika Serikat mengumumkan pemblokiran akses pelabuhan Iran setelah negosiasi dengan Teheran tidak mencapai kesepakatan.

Kebijakan tersebut diperkirakan mengganggu distribusi hingga 20 juta barel minyak mentah dan produk kilang per hari, sekaligus mendorong harga minyak menembus angka USD 100 per barel. Arcandra Tahar, Board of Experts Prasasti sekaligus pakar energi Indonesia, menilai situasi ini menunjukkan semakin dominannya faktor geopolitik dalam menentukan akses energi dunia.

"Diplomasi energi merupakan 'pintu pembuka' bagi keamanan energi suatu negara. Melalui hubungan antar-pemerintah atau government-to-government diplomacy, Indonesia dapat membangun aliansi politik tingkat tinggi yang memungkinkan akses langsung terhadap aset energi strategis di berbagai negara," ujarnya dalam analisis Prasasti dikutip Kamis (16/4).

Ia menjelaskan, akses terhadap sumber daya energi, khususnya di kawasan Timur Tengah, seringkali bergantung pada kekuatan hubungan antarnegara. Oleh karena itu, kerja sama bilateral menjadi elemen penting dalam membuka peluang kolaborasi sekaligus memberikan kepastian politik bagi investasi energi di luar negeri.

Arcandra juga mengingatkan bahwa strategi tersebut harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian di tengah situasi geopolitik global yang kian kompleks. Indonesia dinilai perlu mengoptimalkan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif guna menjaga keseimbangan relasi di tengah rivalitas global serta dinamika sanksi internasional.

"Dengan posisi yang tidak terikat pada blok kekuatan tertentu, Indonesia memiliki ruang diplomasi yang cukup luas. Jika dimanfaatkan secara tepat, hubungan politik antarnegara dapat diterjemahkan menjadi kerja sama produksi jangka panjang yang memperkuat keamanan pasokan energi nasional," tambahnya.

Di sisi lain, ketegangan di kawasan Teluk kembali menyoroti peran strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi dunia. Sekitar 20 persen perdagangan minyak global melintasi selat ini, menjadikannya salah satu titik krusial (chokepoint) dalam rantai pasok energi.

Gangguan keamanan di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir telah meningkatkan ketidakpastian pasokan sekaligus memperbesar risiko dalam perdagangan minyak internasional.

Sementara itu, Halim Alamsyah, Board of Experts Prasasti, menilai kondisi ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kemampuan Indonesia dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan geopolitik global.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore