
Ilustrasi kapal tanker Pertamina. (Dok/Pertamina)
JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran, terus melakukan koordinasi terkait dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz.
Kapal yang mengangkut stok bahan bakar minyak (BBM) tersebut diketahui terjebak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan, menyusul konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mawengkang, mengatakan pihak KBRI di Teheran telah menyampaikan perkembangan komunikasi positif dengan pemerintah Iran.
“Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” kata Yvonne kepada wartawan, Minggu (28/3).
Baca Juga:Iran Diklaim Telah Beri Sinyal Positif, Dua Kapal Tanker Pertamina Segera Bebas dari Selat Hormuz
Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat sejumlah detail teknis terkait kapal yang dibutuhkan oleh pihak Iran.
“Terdapat beberapa detail informasi kapal yang diperlukan, yang telah diteruskan pada pihak Iran,” ujarnya.
Selain itu, kesiapan dari pihak Pertamina juga menjadi faktor penting sebelum tindak lanjut dapat dilakukan.
“Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran,” tegasnya.
Yvonne menambahkan, koordinasi lintas pihak terus dilakukan guna memastikan proses berjalan sesuai rencana dan keselamatan seluruh pihak tetap terjaga.
“Koordinasi terus dilakukan agar semua berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.
