PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memperkuat melakukan pengembangan PertaminaSAF yang diproduksi dari bahan baku minyak jelantah. (Pertamina)
JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) yang diproduksi dari bahan baku minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO). Setelah lebih dulu dijalankan di Kilang Cilacap, proses produksi tersebut akan diperluas ke Kilang Dumai dan Kilang Balongan.
"Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi PertaminaSAF dari kilang-kilang eksisting. Keberhasilan Kilang Cilacap akan kami replikasi di Kilang Dumai dan Kilang Balongan," kata Corporate Secretary PPN, Roberth M.V. Dumatubun dalam keterangannya, Jumat (27/2).
Roberth menegaskan, pengembangan di dua kilang tersebut dilakukan dengan memastikan seluruh proses memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.
Kilang Dumai dan Kilang Balongan sendiri telah resmi meraih sertifikasi keberlanjutan internasional yaitu International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) Europe Union (EU) dan Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) sebagai Processing Refinery.
“Ini merupakan pencapaian penting dalam pengembangan energi rendah karbon dan kemandirian energi," kata Roberth.
Diraihnya sertifikasi tersebut menjadi tonggak penting dalam persiapan produksi bioavtur PertaminaSAF berbasis UCO. Pengakuan ini menandakan bahwa kedua kilang telah memenuhi standar keberlanjutan global yang menjadi syarat wajib dalam produksi serta perdagangan SAF di pasar internasional.
"Dengan penambahan kilang yang mampu memproduksi biovatur PertaminaSAF, tentu akan semakin meningkatkan opitimisme kita dalam memastikan peta jalan penggunaan SAF di Indonesia," kata Roberth.
Ekspansi kapasitas dan penguatan ekosistem PertaminaSAF di kilang-kilang eksisting merupakan bagian dari strategi PPN untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon. Upaya ini dijalankan seiring optimalisasi aset yang telah dimiliki, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan implementasi mandatori penggunaan SAF.
Roberth menjelaskan berbagai langkah persiapan telah dilakukan, mulai dari peningkatan kesiapan fasilitas kilang, kolaborasi dengan mitra pemasok UCO, penyediaan perangkat analisis produk, pengembangan dan penerapan katalis khusus, hingga penyelesaian proses sertifikasi keberlanjutan ISCC EU dan CORSIA.
"Dengan raihan ini, saat ini seluruh rantai pasok PertaminaSAF di PPN sudah mendapatkan sertifikasi internasional keberlanjutan ISCC mulai dari Kilang yaitu Kilang Dumai, Kilang Cilacap dan Kilang Balongan sebagai Processing Plant dan Aviasi sebagai trader dan distributor SAF," jelas Roberth.
Ia menambahkan, tanpa sertifikasi tersebut, bioavtur yang diproduksi tidak dapat diklasifikasikan sebagai SAF dalam skema keberlanjutan global. Dampaknya, produk tersebut tidak akan diakui oleh maskapai penerbangan maupun pasar internasional.
"Detail sertifikasi ISCC yang telah di raih dapat dilihat pada website ISCC," ujar Roberth.
Baca Juga: Catatkan Kinerja Solid 2025, Elnusa Perkuat Dukungan Strategis bagi Produksi Hulu Migas Pertamina
Seiring proses persiapan yang kini memasuki tahap akhir, Kilang Dumai dan Kilang Balongan ditargetkan mulai melakukan uji coba pengolahan UCO menjadi certified SAF pada 2026. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022