JawaPos.com — Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada energi perlu diiringi dengan peningkatan SDM. Target tersebut dinilai sebagai langkah yang benar, tapi perlu didukung strategi tepat.
“Menurut saya, kebijakan pemerintah saat ini sudah ke arah yang benar, tapi desain implementasi tahapannya perlu dikomunikasikan secara lebih jelas ke publik, apa yang dilakukan setiap tahap, apa indikator keberhasilannya,” ujar Pakar Kebijakan Energi Universitas Nusa Cendana Nusa Tenggara Timur (NTT) David B. W. Pandie, Rabu (5/11).
David menjelaskan, terdapat dua langkah strategis mewujudkan swasembada energi Pertama, edukasi soal kondisi Indonesia saat ini yang tengah mengalami krisis akibat impor energi dan kebocoran subsidi energi. Sehingga masyarakat bisa menggunakan energi dengan bijak dan subsidi yang diberikan bisa tepat sasaran.
Kedua, menggalang kekuatan perguruan tinggi untuk gencar melakukan riset EBT agar membangun generasi yang peduli dan solider terhadap energi. “Ilmu kita harus kuat untuk hasilkan EBT sesuai kondisi lokal. Sumber daya manusia dulu yang diperkuat, jadi peran teknologi penting untuk mendorong energi terbarukan lebih cepat. Kalau tidak, transisi akan lama dan tidak berujung,” imbuhnya.
Sementara, Pakar energi dari Universitas Nusa Cendana, Fredrik L. Benu mengatakan, Provinsi NTT siap menjadi salah satu pusat suplai EBT nasional. Menurutnya, NTT memiliki dua sumber energi strategis yang bisa menopang bauran energi nasional, yakni biomassa dan energi surya serta angin.
“NTT punya potensi besar. Sumba sebagai Sumba Iconic Island dan Timor sebagai Timor Biomass Island,” kata Fredrik.
Dia menegaskan, diversifikasi energi menjadi kunci untuk mencapai target bauran energi 19–23 persen pada 2030 sesuai visi transisi energi dalam program Asta Cita Prabowo–Gibran. Provinsi NTT, kata dia, sudah memiliki berbagai diversifikasi energi untuk mencapai hal tersebut.
“Swasembada energi itu soal kemampuan memasok energi sendiri, tidak bergantung dari luar. Untuk itu, EBT harus didorong serius dan masif,” tandasnya.