Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 04.39 WIB

Target 2030 Seluruh Desa Teraliri Listrik Dinilai Sejalan Dengan Swasembada Energi, Realistis untuk Diwujudkan

ILUSTRASI. Pembangkit listrik PLN. (ANTARA) - Image

ILUSTRASI. Pembangkit listrik PLN. (ANTARA)

JawaPos.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan jaringan listrik menjangkau 5.700 desa pada tahun 2030. Target ini dinilai masuk akal untuk direalisasikan.
 
Peneliti energi dari Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT MIgas) Balikpapan Andi Jumardi mengatakan, rencana tersebut sejalan dengan agenda pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk swasembada energi. Sejauh ini, masih ada ribuan desa yang belum teraliri listrik. 
 
“Kalimantan Timur ini tempat lumbung energi tapi masih ada daerah yang belum mendapat listrik. Persoalannya karena wilayahnya sulit dijangkau, sehingga perlu ada sumber energi lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Andi dalam forum diskusi bertajuk Meneropong 1 Tahun Kemandirian Energi Nasional Era Prabowo–Gibran dari Borneo, Kamis (17/10).
 
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, tercatat ada 75.753 desa di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,5 persen atau sekitar 5700 desa belum teraliri listrik. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah agar segera tertangani.
 
 
Wilayah terpencil menjadi salah satu yang harus segera dijangkau pemerintah. Daerah pedalaman penting mendapat listrik, sebab swasembada energi tidak hanya berhenti pada sektor produksi, tetapi juga harus menyentuh level pengguna akhir.
 
“Dalam Asta Cita itu, swasembada energi berkaitan dengan hilirisasi energi. Selama ini hilirisasi baru sampai sektor downstream, belum menyentuh end user. Target pemerintah sekarang adalah sampai di titik pengguna energi, supaya masyarakat benar-benar merasakan hasilnya,” jelasnya.
 
Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik Universitas Mulawarman, Saipul mengatakan, target elektrifikasi desa bukan hanya urusan pembangunan infrastruktur, tetapi juga wujud keseriusan pemerintah dalam mencapai ketahanan energi. Menurutnya, pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dengan menjadikan energi sebagai prioritas dalam Asta Cita pemerintahan baru.
 
“Kalau kita bicara swasembada energi, itu sejajar dengan istilah ketahanan energi. Pemerintah sekarang sudah menjadikannya prioritas nasional, tinggal bagaimana kita mengukur dan mewujudkannya di lapangan,” pungkas Saipul.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore