Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Oktober 2025 | 03.56 WIB

Tak Ada Korban Jiwa, Operasional kembali Normal 40 Menit Pasca Kebakaran Kilang TPPI Tuban

Ilustrasi kilang minyak milik TPPI di Tuban, Jawa Timur. - Image

Ilustrasi kilang minyak milik TPPI di Tuban, Jawa Timur.

JawaPos.com - PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) akhirnya buka suara terkait dugaan adanya ledakan dan kebakaran pada kilang minyak petrokimia milik perusahaan di Tuban, Jawa Timur pada Kamis (16/10) pukul 12.00 WIB.

Area Manager Commercial & CSR PT TPPI Tuban, Tinoto menjelaskan, hal ini terjadi lantaran adanya insiden pada peralatan kilang perusahaan sehingga timbulkan asap. Meski begitu, dia menegaskan tak ada ledakan.

"Ada insiden di peralatan kami dan menimbulkan asap, tetapi tidak ada ledakan dan kondisi aman," kata Tinoto saat dihubungi JawaPos.com.

Sementara itu, tim darurat juga telah menangani insiden ini dengan cepat sehingga kilang bisa beroperasional seperti sedia kala. Untungnya, insiden ini juga tak memakan korban jiwa.

"Sekitar 30-40 menit, dan kilang beroperasional normal kembali setelahnya. Pasokan BBM tidak mengalami gangguan atau kendala," jelasnya.

Sebelumnya, ledakan diduga terjadi di kilang pengolahan minyak dan petrokimia milik PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, pada Kamis (16/10). Tepatnya sekitar pukul 12.00 WIB.

Ledakan ini pun membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi panik dan berhamburan keluar rumah. Kepulan asap hitam pekat serta api terpantau meninggi setelah terdengarnya suara ledakan.

TPPI sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri pengolahan minyak bumi, bahan kimia, serta perdagangan besar produk kimia dan turunannya. Produk utama yang dihasilkan mencakup aromatik seperti paraxylene, benzene, orthoxylene, heavy aromatic, dan toluene.

Selain itu, perusahaan juga memproduksi produk petroleum seperti light naphtha, minyak gas, serta bahan bakar seperti bensin RON 88 (mogas) dan RON 92 (Pertamax).

Kilang TPPI mulai beroperasi secara komersial pada 1 Agustus 2006. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 600.000 ton paraxylene dan 300.000 ton benzene per tahun, 275.000 ton solar per tahun, serta mampu menghasilkan 66.000 barel bensin RON 88 dan 59.000 barel Pertamax per hari.

Kilang ini juga mampu memproduksi LPG hingga 480 metrik ton per hari dan mengolah kondensat atau naphta sebanyak 100.000 barel per hari.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore