
Ilustrasi kilang minyak milik TPPI di Tuban, Jawa Timur.
JawaPos.com - PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) akhirnya buka suara terkait dugaan adanya ledakan dan kebakaran pada kilang minyak petrokimia milik perusahaan di Tuban, Jawa Timur pada Kamis (16/10) pukul 12.00 WIB.
Area Manager Commercial & CSR PT TPPI Tuban, Tinoto menjelaskan, hal ini terjadi lantaran adanya insiden pada peralatan kilang perusahaan sehingga timbulkan asap. Meski begitu, dia menegaskan tak ada ledakan.
"Ada insiden di peralatan kami dan menimbulkan asap, tetapi tidak ada ledakan dan kondisi aman," kata Tinoto saat dihubungi JawaPos.com.
Sementara itu, tim darurat juga telah menangani insiden ini dengan cepat sehingga kilang bisa beroperasional seperti sedia kala. Untungnya, insiden ini juga tak memakan korban jiwa.
"Sekitar 30-40 menit, dan kilang beroperasional normal kembali setelahnya. Pasokan BBM tidak mengalami gangguan atau kendala," jelasnya.
Sebelumnya, ledakan diduga terjadi di kilang pengolahan minyak dan petrokimia milik PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, pada Kamis (16/10). Tepatnya sekitar pukul 12.00 WIB.
Ledakan ini pun membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi panik dan berhamburan keluar rumah. Kepulan asap hitam pekat serta api terpantau meninggi setelah terdengarnya suara ledakan.
TPPI sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri pengolahan minyak bumi, bahan kimia, serta perdagangan besar produk kimia dan turunannya. Produk utama yang dihasilkan mencakup aromatik seperti paraxylene, benzene, orthoxylene, heavy aromatic, dan toluene.
Selain itu, perusahaan juga memproduksi produk petroleum seperti light naphtha, minyak gas, serta bahan bakar seperti bensin RON 88 (mogas) dan RON 92 (Pertamax).
Kilang TPPI mulai beroperasi secara komersial pada 1 Agustus 2006. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 600.000 ton paraxylene dan 300.000 ton benzene per tahun, 275.000 ton solar per tahun, serta mampu menghasilkan 66.000 barel bensin RON 88 dan 59.000 barel Pertamax per hari.
Kilang ini juga mampu memproduksi LPG hingga 480 metrik ton per hari dan mengolah kondensat atau naphta sebanyak 100.000 barel per hari.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
