
PT Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh operasional kilang berjalan optimal guna menjaga ketersediaan energi nasional.
JawaPos.com - Momentum Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan lonjakan kebutuhan energi, terutama BBM dan LPG. Pada periode Idulfitri 1447 H, PT Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh operasional kilang berjalan optimal guna menjaga ketersediaan energi nasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyampaikan bahwa seluruh kilang tetap beroperasi penuh selama 24 jam di tengah suasana hari raya. "Operasional kilang yang berjalan 24 jam adalah salah satu tulang punggung produksi energi selama Idulfitri tahun ini, termasuk masa mudik dan arus balik. Kami berkomitmen menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan Idulfitri dimanapun itu," ujar Roberth.
Sejumlah kilang yang beroperasi penuh selama periode Lebaran meliputi Kilang Dumai, Plaju, Balongan, Balikpapan, Cilacap, dan Kasim. Keberlangsungan operasional kilang-kilang tersebut memastikan produksi serta distribusi BBM dan LPG tetap terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat selama Lebaran 2026 dapat terpenuhi.
Menurut Roberth, kinerja operasional ini juga sejalan dengan pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) yang berlangsung sejak H-10 hingga H+10 Lebaran. Seluruh unit utama seperti Crude Distillation Unit (CDU), High Vacuum Unit (HVU), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), serta fasilitas produksi lainnya dipastikan berfungsi secara optimal demi menjaga keandalan pasokan energi.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesiapsiagaan para pekerja yang tetap bertugas selama masa libur Lebaran. Ia menegaskan, komitmen tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab Pertamina Patra Niaga dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, penerapan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) dilakukan secara ketat untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional.
"Keselamatan dalam operasional kilang adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dan ini sudah menjadi bagian dari budaya kerja kami. Hal ini disadari betul oleh para pekerja Pertamina, sehingga aspek HSSE diterapkan untuk memastikan keandalan operasional kilang yang baik selama masa lebaran 2026," ungkap Roberth.
Dalam upaya menjaga keandalan operasional, perusahaan juga melaksanakan kegiatan Manajemen Walkthrough (MWT) di seluruh unit selama periode Ramadhan. Kegiatan ini dilakukan oleh jajaran manajemen untuk memastikan kondisi lapangan tetap terpantau sekaligus memberikan apresiasi kepada pekerja yang bertugas.
Roberth menambahkan, kelancaran operasional kilang juga didukung oleh kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah serta aparat TNI dan Polri yang turut menjaga aspek keamanan selama periode Idul Fitri.
"Dengan strategi produksi dan distribusi terintegrasi, serta koordinasi lintas pihak, Pertamina Patra Niaga berhasil mengoptimalkan produksi kilang selama periode Idul Fitri 1447 H dengan lancar. Ini juga mempertegas peran kilang Pertamina sebagai penjaga ketahanan energi bangsa, sekaligus menjadi simbol dedikasi," tutup Roberth.
