
Ilustrasi: Kegiatan operasi di industri minyak dan gas. (EonCoat)
JawaPos.com - Skala operasi sektor minyak, gas, dan pertambangan di Indonesia terus membesar. Produksi migas pada 2024 tercatat rata-rata 1,79 juta BOEPD (barrel oil equivalent per day), sementara produksi batu bara mencapai 830 juta ton, jauh melampaui target nasional.
Capaian ini memperlihatkan potensi besar, namun sekaligus meningkatkan kompleksitas risiko keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan. Dengan intensitas operasi yang semakin tinggi, sistem kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja (HSE) berbasis konvensional dinilai tidak lagi memadai.
Industri migas maupun pertambangan membutuhkan sistem digital yang mampu menjawab tantangan di lapangan secara lebih cepat, terukur, dan mudah diakses. Data Pertamina juga menunjukkan urgensi tersebut. Pada 2024, Total Recordable Incident Rate (TRIR) di sektor pengeboran turun menjadi 0,18, menandakan adanya kemajuan, namun angka ini tetap menegaskan pentingnya sistem monitoring dan pencegahan risiko yang konsisten.
Sementara Pertamina Hulu Indonesia berhasil mencatat lebih dari 59 juta jam kerja aman tanpa insiden sejak akhir 2023. Di tengah kebutuhan itu, kolaborasi antara Mekari dan TMS Consulting melahirkan HSE+, sebuah solusi digital berbasis software-as-a-service (SaaS) yang dirancang khusus untuk mendukung industri migas dan pertambangan.
Solusi ini diklaim memungkinkan perusahaan memantau kepatuhan regulasi K3, mencegah risiko kecelakaan, hingga memperkuat tata kelola lingkungan melalui sistem yang lebih terintegrasi.
Platform ini dijalankan dengan pendekatan cloud dan dapat diakses secara mobile, sehingga pekerja di lapangan bisa langsung memanfaatkan fitur keselamatan real time. Keunggulan lain terletak pada fleksibilitasnya: desain ringan namun dapat diperluas sesuai kebutuhan bisnis, serta implementasi cepat tanpa beban kustomisasi besar.
Chief of Revenue Officer Mekari, Sandy Suryanto, menegaskan bahwa keberhasilan industri migas dan pertambangan bukan hanya soal produksi, melainkan juga keselamatan pekerja. "Melalui pendekatan digital, kami percaya perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memastikan operasional yang berkelanjutan," ujarnya baru-baru ini di Jakarta.
Sementara itu, Co-CEO TMS Consulting, Albert Juanda, melihat HSE+ sebagai bagian dari perubahan besar dalam tata kelola keselamatan kerja. "Harapannya, solusi ini bisa mendorong standar baru di sektor migas dan pertambangan, di mana digitalisasi bukan hanya pilihan, tapi kebutuhan," katanya.
Dengan skala produksi energi nasional yang terus tumbuh, digitalisasi sistem HSE dipandang sebagai langkah krusial. Lebih dari kepatuhan regulasi, sistem ini menjadi fondasi bagi industri untuk melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan operasional pada masa depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
