Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 03.02 WIB

Skala Operasi Migas Membesar, Industri Butuh Solusi HSE Digital yang Lebih Terukur

Ilustrasi: Kegiatan operasi di industri minyak dan gas. (EonCoat) - Image

Ilustrasi: Kegiatan operasi di industri minyak dan gas. (EonCoat)

JawaPos.com - Skala operasi sektor minyak, gas, dan pertambangan di Indonesia terus membesar. Produksi migas pada 2024 tercatat rata-rata 1,79 juta BOEPD (barrel oil equivalent per day), sementara produksi batu bara mencapai 830 juta ton, jauh melampaui target nasional. 

Capaian ini memperlihatkan potensi besar, namun sekaligus meningkatkan kompleksitas risiko keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan. Dengan intensitas operasi yang semakin tinggi, sistem kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja (HSE) berbasis konvensional dinilai tidak lagi memadai.

Industri migas maupun pertambangan membutuhkan sistem digital yang mampu menjawab tantangan di lapangan secara lebih cepat, terukur, dan mudah diakses. Data Pertamina juga menunjukkan urgensi tersebut. Pada 2024, Total Recordable Incident Rate (TRIR) di sektor pengeboran turun menjadi 0,18, menandakan adanya kemajuan, namun angka ini tetap menegaskan pentingnya sistem monitoring dan pencegahan risiko yang konsisten. 

Sementara Pertamina Hulu Indonesia berhasil mencatat lebih dari 59 juta jam kerja aman tanpa insiden sejak akhir 2023. Di tengah kebutuhan itu, kolaborasi antara Mekari dan TMS Consulting melahirkan HSE+, sebuah solusi digital berbasis software-as-a-service (SaaS) yang dirancang khusus untuk mendukung industri migas dan pertambangan. 

Solusi ini diklaim memungkinkan perusahaan memantau kepatuhan regulasi K3, mencegah risiko kecelakaan, hingga memperkuat tata kelola lingkungan melalui sistem yang lebih terintegrasi.

Platform ini dijalankan dengan pendekatan cloud dan dapat diakses secara mobile, sehingga pekerja di lapangan bisa langsung memanfaatkan fitur keselamatan real time. Keunggulan lain terletak pada fleksibilitasnya: desain ringan namun dapat diperluas sesuai kebutuhan bisnis, serta implementasi cepat tanpa beban kustomisasi besar.

Chief of Revenue Officer Mekari, Sandy Suryanto, menegaskan bahwa keberhasilan industri migas dan pertambangan bukan hanya soal produksi, melainkan juga keselamatan pekerja. "Melalui pendekatan digital, kami percaya perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memastikan operasional yang berkelanjutan," ujarnya baru-baru ini di Jakarta.

Sementara itu, Co-CEO TMS Consulting, Albert Juanda, melihat HSE+ sebagai bagian dari perubahan besar dalam tata kelola keselamatan kerja. "Harapannya, solusi ini bisa mendorong standar baru di sektor migas dan pertambangan, di mana digitalisasi bukan hanya pilihan, tapi kebutuhan," katanya.

Dengan skala produksi energi nasional yang terus tumbuh, digitalisasi sistem HSE dipandang sebagai langkah krusial. Lebih dari kepatuhan regulasi, sistem ini menjadi fondasi bagi industri untuk melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan operasional pada masa depan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore