Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 00.36 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebut SPBU Swasta Shell, BP dan Vivo Setuju Beli BBM dari Pertamina

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan, badan usaha penyedia BBM non-subsidi atau swasta seperti Shell Indonesia, BP, hingga Vivo menyetujui untuk membeli BBM dari Pertamina. Keputusan ini disepakati setelah dirinya mengadakan rapat bersama dengan Pertamina dan lainnya di Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (19/9).

"Kami baru selesai rapat dengan teman-teman dari swasta dan Pertamina menghasilkan beberapa hal, yang pertama adalah mereka setuju dan memang harus setuju untuk beli dikolaborasi dengan Pertamina. Syaratnya adalah harus berbasis base fuel, artinya belum dicampur-campur," kata Bahlil.

"Jadi, barangnya itu ibarat bikin teh, kalau yang awalnya itu Pertamina mau jual sudah jadi teh. Tapi sekarang mereka bilang jangan teh katanya, air panas saja. Jadi, produknya saja nanti dicampur di masing-masing tangki di SPBU masing-masing dan ini juga sudah disetujui, ini solusi," imbuhnya.

Kesepakatan kedua yakni menyangkut kualitas, semua pihak menyepakati dilakukannya joint surveyor. Jadi, akan ada pemeriksaan yang dilakukan sebelum BBM diberangkatkan. Selanjutnya, yang ketiga menyangkut soal harga, pemerintah dan pihak swasta sama-sama menyepakati adanya keterbukaan.

"Sudah setuju juga terjadi open book dan ini teman-teman dari swasta juga sudah setuju. Dan kalau ditanya mulai kapan ini berjalan, mulai hari ini sudah dibicarakan, nanti habis ini lanjutkan dengan rapat teknis, stoknya, dan kemudian insyaallah paling lambat 7 hari barang sudah bisa masuk di Indonesia," jelasnya.

Di sisi lain, dia menjelaskan, untuk stok cadangan BBM nasional masih cukup dalam 18-21 hari. Hanya saja permintaan yang naik membuat cadangan BBM pada SPBU swasta menipis.

"18-21 hari itu cadangan nggak ada masalah, jadi gak perlu ada rasa keraguan apa-apa, cuman memang ada di teman-teman kita punya SPBU swasta yang cadangannya menipis," tukas Bahlil.

Sebagai informasi, selama beberapa pekan terakhir SPBU swasta mengalami keterbatasan pasokan BBM lantaran habisnya kuota impor dari yang ditetapkan pemerintah. Alhasil, SPBU swasta meminta tambahan kuota impor hingga akhir tahun.

Sayangnya, permintaan tersebut tak bisa diizinkan lantaran SPBU swasta telah mendapatkan kenaikan impor 10 persen dibandingkan kesepakatan impor pada tahun lalu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore