Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 06.10 WIB

52 Persen Timbunan Sampah di Indonesia Masih Belum Terkelola, Teknologi Berbasis AI dan IoT Berperan Beri Nilai Ekonomis

NUSABIN SRIKANDI. Salah satu teknologi pengolah sampah yang dikembangkan startup Nusantara Bin. (istimewa) - Image

NUSABIN SRIKANDI. Salah satu teknologi pengolah sampah yang dikembangkan startup Nusantara Bin. (istimewa)

JawaPos.com - Indonesia masih berhadapan dengan persoalan sampah yang pelik. Data dari SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa timbulan sampah tahun 2024 sebanyak 34,6 juta ton per tahun.

Dari timbunan itu, sampah terkelola pada 2024 sebesar 47,1 persen dan sisanya, yakni sampah tidak terkelola sebanyak 52,9 persen. Banyaknya sampah yang belum terkelola membutuhkan penanganan yang solutif.

Nusabin (Nusantara Bin) merupakan usaha rintisan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk menciptakan perangkat yang bisa mengelola sampah dengan pendekatan teknologi pengelolaan sampah pintar. Komunitas lingkungan Trash Ranger Indonesia yang merupakan community empowerment dalam isu lingkungan mendukung arah Nusabin dengan teknologi pengelolaan sampah pintar.

"Hal ini sejalan dengan Trash Ranger Indonesia bahwa isu lingkungan khususnya sampah di mulai dari hulu. Serta pemberdayaan Komunitas yang berfokus dengan edukasi, melakukan kegiatan kolaborasi, aksi clean up dan menjadi aktor pengelolaan sampah," ujar Founder Trash Ranger Indonesia, Dimas Dwi Pangestu dalam keterangan tertulis, Senin (18/8).

Beberapa produk yang dikembangkan Nusabin antara lain Nusabin Srikandi (wadah yang mampu memilah sampah otomatis), Nusabin Nakula (bak sampah dengan sensor pintar bernama Ultrasonic Fill Level Sensor yang membaca kapasitas sampah secara real-time), Nusabin Arjuna (teknologi pengelolaan sampah yang bisa mengenali lima jenis sampah baik itu sampah elektronik, sampah kertas, sampah plastik, sampah PET, hingga sampah organik), Nusabin Gatotkaca (pemadat sampah cerdas secara real-time), serta Nusabin Palapa (teknologi mengolah minyak jelantah menjadi cuan).

"Dengan smart UCO verification dan filtration dapat cycle dengan cepat, sehingga pengguna menyetor minyak jelantah dalam waktu kurang 30 detik, tanpa tumpah dan antre. Teknologi ini terintegrasi dengan smart reward system berbasis kontribusi, ditransfer langsung-bentuk nyata ekonomi sirkular berbasis rumah tangga," tutup Dimas.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore