
NUSABIN SRIKANDI. Salah satu teknologi pengolah sampah yang dikembangkan startup Nusantara Bin. (istimewa)
JawaPos.com - Indonesia masih berhadapan dengan persoalan sampah yang pelik. Data dari SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa timbulan sampah tahun 2024 sebanyak 34,6 juta ton per tahun.
Dari timbunan itu, sampah terkelola pada 2024 sebesar 47,1 persen dan sisanya, yakni sampah tidak terkelola sebanyak 52,9 persen. Banyaknya sampah yang belum terkelola membutuhkan penanganan yang solutif.
Nusabin (Nusantara Bin) merupakan usaha rintisan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk menciptakan perangkat yang bisa mengelola sampah dengan pendekatan teknologi pengelolaan sampah pintar. Komunitas lingkungan Trash Ranger Indonesia yang merupakan community empowerment dalam isu lingkungan mendukung arah Nusabin dengan teknologi pengelolaan sampah pintar.
"Hal ini sejalan dengan Trash Ranger Indonesia bahwa isu lingkungan khususnya sampah di mulai dari hulu. Serta pemberdayaan Komunitas yang berfokus dengan edukasi, melakukan kegiatan kolaborasi, aksi clean up dan menjadi aktor pengelolaan sampah," ujar Founder Trash Ranger Indonesia, Dimas Dwi Pangestu dalam keterangan tertulis, Senin (18/8).
Beberapa produk yang dikembangkan Nusabin antara lain Nusabin Srikandi (wadah yang mampu memilah sampah otomatis), Nusabin Nakula (bak sampah dengan sensor pintar bernama Ultrasonic Fill Level Sensor yang membaca kapasitas sampah secara real-time), Nusabin Arjuna (teknologi pengelolaan sampah yang bisa mengenali lima jenis sampah baik itu sampah elektronik, sampah kertas, sampah plastik, sampah PET, hingga sampah organik), Nusabin Gatotkaca (pemadat sampah cerdas secara real-time), serta Nusabin Palapa (teknologi mengolah minyak jelantah menjadi cuan).
"Dengan smart UCO verification dan filtration dapat cycle dengan cepat, sehingga pengguna menyetor minyak jelantah dalam waktu kurang 30 detik, tanpa tumpah dan antre. Teknologi ini terintegrasi dengan smart reward system berbasis kontribusi, ditransfer langsung-bentuk nyata ekonomi sirkular berbasis rumah tangga," tutup Dimas.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
