
Ketua Umum METI periode 2022-2025, Wiluyo Kusdwiharto. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) meminta pemerintah untuk menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Adapun RUU ini tengah dibahas di Komisi XII DPR RI dan diharapkan bisa segera diselesaikan.
Ketua Umum METI periode 2022-2025, Wiluyo Kusdwiharto pun memberikan pesan mengenai hal ini kepada Ketua Umum METI saat ini, Zulfan Zahar, untuk segera memperjuangkan RUU tersebut.
“Yang harus diselesaikan oleh ketua umum baru yang pertama adalah UU EBT, karena saat ini undang-undang EBT sudah kita kawal hampir 3-4 tahun, tetapi sampai sekarang masih berupa rencana, RUU EBT. Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan dengan adanya ketua baru, UU EBT ini bisa muncul, bisa terbit, disahkan pemerintah, disahkan DPR,” kata Wiluyo di Jakarta, Sabtu (16/8).
Dia menjelaskan, UU EBT akan sangat penting bagi sejumlah pihak yang berkeinginan membangun sektor EBT. Namun, hingga kini RUU ini masih mandek di Komisi XII DPR RI. “Masih di DPR. Pemerintah sudah mengajukan ke DPR,” ungkapnya.
Wiluyo pun menyadari bahwa terdapat sejumlah tantangan dalam penyelesaian RUU ini, seperti halnya mengenai regulasi, perizinan, financing, teknologi, hingga lokal konten.
“Saya rasa mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan segera bisa disahkan oleh pemerintah DPR dan menjadi acuan buat kita bersama untuk membangun EPT di tanah air,” ungkapnya.
Di sisi lain, dia juga menginginkan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) dipecah menjadi Kementerian Energi dan Kementerian Pertambangan dan Sumber Mineral. Menurutnya, dengan ini lembaga tingkat kementerian yang secara khusus menangani masalah energi akan ada.
“Jadi energi itu menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi manusia saat ini. Tanpa energi kita bisa kolaps warga negara. Untuk itu perlu ada sebuah lembaga atau kementerian yang khusus menangani masalah energi,” jelasnya.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Dewan Pengawas METI 2022-2025, Rachmat Gobel, menjelaskan bahwa METI memang mempunyai konsen pada masalah energi terbarukan. Terlebih saat ini, Indonesia mengalami masalah lingkungan akibat dampak dari energi fosil.
“Sekarang ini banyak masih menggunakan fosil. Tapi kita punya potensi yang besar, termasuk panas bumi, air, dan lain sebagainya. Nah, ini sejalan dengan keinginan pemerintah di bawah pimpinan presiden menuju 2045. Kita kan ingin juga pertumbuhan ekonomi 8 persen. Energi terbarukan bisa memberikan kontribusi yang besar untuk membangun kemandirian energi,” tukasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
