
Norman Ginting resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). (dok. METI)
JawaPos.com - Norman Ginting resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) pada Senin (4/5). Penunjukan ini mempertegas langkah organisasi dalam mempercepat transisi energi serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
Norman yang juga menjabat sebagai Direktur Proyek & Operasi Pertamina New & Renewable Energy diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong agenda energi bersih nasional.
Di tengah meningkatnya tekanan global terhadap isu ketahanan energi dan dekarbonisasi, METI di bawah kepemimpinan Norman diarahkan untuk semakin strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Fokusnya tidak hanya pada pengurangan emisi, tetapi juga menjadikan transisi energi sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis energi bersih.
"METI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi nasional yang terarah dan berdampak nyata. Pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi fondasi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan kapasitas industri dan teknologi nasional," ujar Norman dalam keterangannya, Rabu (6/5).
Kedepan, METI akan difokuskan sebagai platform kolaborasi untuk mempercepat berbagai program strategis EBT, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya skala besar hingga implementasi bioetanol E20, bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF), panas bumi, biomassa, cofiring, hingga pengolahan sampah menjadi energi. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain itu, METI juga didorong mengambil peran lebih aktif dalam membangun ekosistem industri energi bersih dalam negeri. Dengan pendekatan ini, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berpeluang berkembang sebagai produsen, operator, dan inovator di sektor energi terbarukan.
Norman turut menekankan pentingnya dampak ekonomi dari pengembangan EBT, termasuk penciptaan lapangan kerja hijau, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok domestik.
Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan bahwa transisi energi tidak hanya berorientasi pada target lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
