JawaPos.com - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas mengumumkan telah menghasilkan pengapalan ke-1000 minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris, Blok Cepu. Pengapalan ini menandai total produksi Blok Cepu yang mencapai 660 juta barel minyak.
Jumlah tersebut tercatat telah melampaui target komitmen rencana pengembangan (POD) awal dengan perkiraan volume cadangan minyak sebesar 450 juta barel. Pada momen itu, EMCL mengapalkan 600 ribu barel minyak mentah dari kapal Alir Muat Terapung (FSO) Gagak Rimang ke kapal tanker MT Nectar milik Pertamina untuk dikirim ke kilang-kilang Pemerintah yang ada di Indonesia.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi mengatakan keberhasilan ExxonMobil Indonesia dalam pengapalan ke-1.000 dari Blok Cepu ini merupakan persembahan kado HUT RI dari industri hulu migas.
"Pengapalan ke-1000 dari Blok Cepu ini kamu, kami nilai merupakan kado persembahan industri hulu migas untuk peringatan kemerdekaan negara tercinta ini," kata Kurnia Chairi dalam perayaan pengapalan ke-1.000 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (13/8).
Lebih lanjut, Kurnia mengatakan bahwa industri hulu migas berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari pembangunan negara Indonesia. Tak hanya melalui produksi migas, bahkan kehadiran hulu migas juga telah menjadi sumber penerimaan negara.
"Dari awal, industri hulu migas berkomitmen dan telah menjadi lokomotif pembangunan bagi negara kita. Tidak saja melalui produksi migas yang sangat penting, tetapi juga menjadi sumber penerimaan negara dan menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian. Termasuk untuk wilayah Cepu dan Provinsi Jawa Timur," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall mengungkapkan pencapaian ini menegaskan komitmen EMCL untuk menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi pemerintah dalam mencapai swasembada energi di tengah transisi menuju energi hijau. Industri hulu migas sangat penting bagi masa depan energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Minyak mentah milih Pemerintah ini berperan penting dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia dan meningkatkan keamanan energi nasional," jelasnya.
Adapun, Lapangan Banyu Urip memulai produksi minyak pada 15 tahun yang lalu, dan tahun 2015 tercatat sebagai pengapalan pertama. Hingga pengapalan keseribu kalinya, operasi Blok Cepu mencatatkan rekor keselamatan yang luar biasa, dengan nol insiden.
Selama proyek berlangsung, ExxonMobil telah mempekerjakan lebih dari 1.000 talenta terbaik Indonesia. Saat ini, lebih dari 99 persen operasi Blok Cepu dikelola oleh putra-putri terbaik tanah air.
"Hari ini tidak hanya rayakan kontribusi luar biasa dari putra putri anak bangsa, tetapi juga kontribusi kami untuk masyarakat dan negeri ini," ujarnya.
Untuk diketahui, sejak tahun 2008 hingga 2023, dengan total investasi sekitar Rp 57 triliun atau sekitar USD 4 miliar. Selain itu, Blok Cepu telah menghasilkan lebih dari 660 juta barel minyak mentah dan memberikan kontribusi lebih dari Rp 442 triliun atau setara USD 29,5 miliar terhadap pendapatan negara dalam bentuk penerimaan pemerintah dan pajak.
Lebih dari itu, berdasarkan proyeksi Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B), karena perkiraan cadangan Banyu Urip berpotensi meningkat dua kali lipat menjadi 1 miliar barel minyak, Indonesia dapat memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp 421 triliun atau sekitar USD 28,1 miliar dalam bentuk pendapatan pemerintah dan pajak. Menjadikan total pendapatan keseluruhan proyek Blok Cepu bagi Indonesia mencapai angka yang fantastis sebesar Rp 864 triliun atau sekitar USD 57,6 miliar.