Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Oktober 2023 | 03.49 WIB

Konflik Israel dan Palestina Memanas, Pemerintah Pastikan Impor Minyak Mentah dan BBM RI Belum Terdampak

Ilustrasi sumur minyak Blok Rokan Chevron yang siap dialih kelola kepada PT Pertamina pada 9 Agustus 2021.

JawaPos.com - Eskalasi konflik antara Israel dan Palestina bakal berimbas pada kenaikan harga minyak dunia. Namun pemerintah tetap optimis mampu mengatasi dampak kenaikan harga minyak dunia tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan dampak perang timur tengah saat ini belum berdampak besar ke harga minyak dunia. Namun jika perang berlangsung lama maka akan berpengaruh ke impor minyak mentah dan impor BBM RI.

"Sampai hari ini dampaknya masih belum signifikan walaupun kita tahu harga minyak mendekati USD 90 per barel, namun kalau ini berlangsung cukup lama saya kira akan berpengaruh," kata Tutuka dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/10).

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ ICP) selain akan berpengaruh terhadap kenaikan harga crude di Indonesia juga akan mempengaruhi harga BBM di masyarakat.

"Hal ini karena Indonesia impor keduanya yaitu crude oil dan BBM dengan presentase yang hampir sama," ujarnya.

Mengutip Reuters, patokan minyak global Brent mencapai USD 93 per barel pada hari Rabu karena risiko meningkatnya konflik di Timur Tengah mengancam akan mengganggu pasokan minyak dari wilayah tersebut, dan Iran menyerukan embargo minyak untuk diberlakukan terhadap Israel.

Minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,33, atau sekitar 1,5 persen menjadi USD 91,23 per barel pada 12.31 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,28, atau sekitar 1,5 persen menjadi USD 87,94 per barel.

Kedua benchmark tersebut naik lebih dari USD 3 dan menyentuh level tertingginya dalam dua minggu di awal sesi.

Pasar memperhitungkan premi risiko setelah ratusan warga Palestina tewas dalam ledakan di sebuah rumah sakit di Kota Gaza pada hari Selasa (17/10).

Yordania kemudian membatalkan pertemuan puncak yang akan diselenggarakannya dengan Presiden AS Joe Biden serta para pemimpin Mesir dan Palestina. Biden tiba di Israel pada hari Rabu menjanjikan solidaritas dalam perangnya melawan Hamas, dan mendukung pernyataannya bahwa ledakan rumah sakit di Gaza disebabkan oleh militan.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore