
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM, Laode Sulaeman, Selasa (7/10). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berpotensi menambah kuota impor Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk badan usaha pengelola SPBU swasta pada tahun 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan penambahan kuota impor dilakukan sebagai salah satu antisipasi pemerintah agar kelangkaan BBM di SPBU tidak terjadi lagi pada masa mendatang.
"Yang disiapkan ya kita sudah tahu kejadian hari ini jangan sampai terjadi lagi. Itu aja. Kan ada kejadian begini," kata Laode Sulaeman saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Selasa (7/10).
Meski ada potensi untuk menambah kuota impor, terkait besaran dan detailnya ia tak bisa menyebutkannya secara gamblang saat ini. "Ada, kemungkinan selalu ada (kuota impor SPBU swasta naik). Cuman kalau saya ngomong sekarang kan saya salah. Saya kan belum ngitung. Kemungkinannya ada," ujar Laode.
Kendati demikian ia memastikan bahwa tahun ini, tidak ada penambahan kuota impor untuk SPBU swasta. Lantaran, sudah melampaui 110 persen dan telah disepakati untuk pengadaan stok dengan berkolaborasi bersama PT Pertamina (Persero).
"Kalau tahun ini kita kan sudah ada langkah kolaborasi. Kenapa kita mau ngomongin itu lagi," tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah badan usaha pengelola SPBU swasta, seperti Shell, ExxonMobil hingga Bp-AKR rupanya telah melayangkan surat kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di tengah isu kelangkaan serta pembatasan kuota impor BBM yang menyebabkan kehabisan stok.
Surat tersebut dilayangkan keterkaitannya mengenai kepastian dan kelangsungan investasi di tanah air. Salah satu yang mengalami kelangkaan adalah PT Shell Indonesia selaku pengelola SPBU Shell menyampaikan bahwa stok seluruh jenis gasoline atau bensin akan habis pada Kamis (2/10) malam.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyebut di 5 SPBU itu pihaknya hanya menjual BBM jenis Diesel. Sedangkan untuk jenis produk gasoline seperti RON 92 sudah mengalami kelangkaan sejak Agustus 2025.
"Kalau dilihat sampai saat ini, kami hanya menjual diesel tetapi kalau untuk BBM jenis bensin bisa dikatakan hampir seluruh dari SPBU kami sudah mengalami situasi stock out," kata Inggrid dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (1/10).
"Saat ini yang ada mungkin tidak ada sampai 10 bapak dan ibu, hanya sekitar 5 SPBU yang kalau kami melihat besok malam (malam hari ini) mungkin juga sudah habis. Jadi memang kami benar-benar mengalami stock out, kelangkaan untuk BBM jenis bensin," imbuhnya.
Tak hanya Shell, sejumlah SPBU swasta lain juga mengalami kehabisan BBM. Meliputi SPBU Vivo, SPBU ExxonMobil, SPBU Bp-AKR dan AKR Corporindo.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
