Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 04.03 WIB

Viral Pertamax Disebut Tercampur Solar di SPBU di Jogja, Pertamina Langsung Cek, Pastikan Tidak Ada Kontaminasi

Pengecekan sampel pertamax di SPBU di Jogja yang diduga tercampur solar, hasilnya tidak ada kontaminasi. (Pertamina Patra Niaga) - Image

Pengecekan sampel pertamax di SPBU di Jogja yang diduga tercampur solar, hasilnya tidak ada kontaminasi. (Pertamina Patra Niaga)

JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) melalui Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufiq Kurniawan buka suara atas dugaan tercampurnya BBM pertamax dengan solar di Yogyakarta. 

Taufiq menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat (gercep) untuk melakukan pengecekan secara langsung terhadap SPBU dimaksud. 

Pengecekan ini dilakukan usai munculnya video viral di media sosial, seorang netizen yang mengaku motornya mendadak mati usai diisi oleh satu jenis BBM Pertamina, yakni Pertamax

Bahkan, netizen itu mengaku knalpot motonya mendadak mengeluarkan asap tebal alias ngebul dan tidak bisa jalan. 

"Dan dari laporan, dari komen, dan dari yang mengerucut itu adalah mengerucut ke SPPU 445529 Gito Gati, yang hari ini langsung kita tindaklanjuti," Taufiq dalam keterangan video yang diterima JawaPos.com, Jumat (3/1). 

"Jadi saya apresiasi yang pertama kepada kepolisian, kepada pemkab, atas atensinya dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Dan kita juga komitmen untuk gerak cepat ketika ada keresahan dari masyarakat, langsung kita tindaklanjuti dengan pengecekan secara langsung supaya tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas lagi," imbuhnya. 

Taufiq membeberkan, dalam pengecekan secara langsung pihaknya melakukan dengan dua cara. Pertama dengan menggunakan uji visual. 

Ia menyebut, pengecekan secara visual tidak ada campuran apapun dari Pertamax yang dikeluarkan dari nozzle.

Pasalnya, ketika Pertamax tercampur solar, maka di gelas ukur itu akan menunjukkan komposisi warna yang berbeda. 

"Karena solar ini memiliki berat jenis yang berbeda dengan Pertamax atau gasolin. Nanti dengan sendirinya kalau itu tercampur pasti dalam gelas ukur itu akan terpisah dengan sendirinya, karena berat jenisnya berbeda," jelasnya. 

Pengecekan kedua dilakukan dengan cara menguji secara density atau berat jenis dengan mengukur kepadatan atau berat jenis dari volume cair tersebut.

Menurut dia, untuk jenis gasolin itu biasanya ada pada range 0,7 atau 0,71 sampai ke 0,79. Sedangkan solar berada di range 0,8, 0,81, sampai dengan 0,89. 

"Nah tadi dua-duanya sama-sama nih, di DEX dan juga di Pertamax sama-sama sesuai spesifikasinya. Pertamax juga sesuai 0,71, sekian tadi hasilnya. Kemudian untuk DEX juga sesuai, tadi hasilnya 0,814 ya, jadi masih dalam ambang batas memang sesuai jenis fraksinya," jelas Taufiq. 

"Jadi kita simpulkan dari hasil pengujian ini, dua pengujian tersebut bahwa tidak ada sama sekali kontaminasi solar sesuai dengan aduan pada media sosial Merapi Uncover yang muncul sehari dua hari kemarin," tukasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore