Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 01.26 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Kualitas BBM yang Diimpor: Berbasis Base Fuel, Belum Dicampur-campur!

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan SPBU swasta di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos) - Image

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan SPBU swasta di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan kualitas BBM yang akan diimpor oleh Pertamina. Adapun langkah impor ini untuk menyambut kelangkaan yang dialami penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi atau swasta seperti Shell Indonesia, BP, hingga Vivo.

Dia menjelaskan, BBM yang diimpor tersebut nantinya berbahan bakar murni atau belum dicampur dengan zat aditif alias base fuel saat disalurkan kepada penyedia BBM swasta.

“Syarat (kolaborasi penyedia BBM swasta dengan Pertamina) adalah harus berbasis base fuel, artinya belum dicampur-campur,” kata Bahlil saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/9).

Dia menjelaskan, awalnya Pertamina berkeinginan untuk menyalurkan BBM yang sudah jadi. Hanya saja, para penyedia BBM swasta menginginkan BBM yang masih murni.

“Jadi barangnya itu ibarat bikin teh, kalau yang awalnya itu Pertamina mau jual sudah jadi teh. Tapi sekarang mereka bilang jangan teh katanya, air panas saja. Jadi produknya saja nanti dicampur di masing-masing tangki di SPBU masing-masing dan ini juga sudah disetujui, ini solusi,” ungkap dia.

Sebagai informasi, selama beberapa pekan terakhir SPBU swasta mengalami keterbatasan pasokan BBM lantaran habisnya kuota impor dari yang ditetapkan pemerintah. Alhasil, SPBU swasta meminta tambahan kuota impor hingga akhir tahun.

Sayangnya, permintaan tersebut tak bisa diizinkan lantaran SPBU swasta telah mendapatkan kenaikan impor 10 persen dibandingkan kesepakatan impor pada tahun lalu. 

Sebagai jalan keluar, para penyedia BBM swasta pun menyepakati dibukanya keran impor melalui Pertamina. BBM impor tersebut pun diperkirakan sampai di Indonesia dalam 7 hari ke depan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore