Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 17.46 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Usai AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran, Pasar Tunggu Keputusan OPEC+

Minyak mentah dunia mempengaruhi perdagangan energi global. (Markets) - Image

Minyak mentah dunia mempengaruhi perdagangan energi global. (Markets)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (2/9). Lonjakan harga dipicu langkah Amerika Serikat (AS) yang kembali menjatuhkan sanksi terhadap jaringan pelayaran internasional yang dituding membantu Iran menyalurkan minyak secara ilegal. 

Situasi ini kian mempertegas ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di saat pasar juga menanti hasil pertemuan penting OPEC+ akhir pekan ini.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent naik USD 0,99 atau 1,45 persen ke level USD 69,14 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melonjak USD 1,58 atau 2,47 persen menjadi USD 65,59 per barel. 

Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya pasar di AS libur memperingati Hari Buruh.

Departemen Keuangan AS menyatakan telah menjatuhkan sanksi terhadap jaringan pelayaran yang dipimpin pengusaha asal Irak-Kittitia. 

Jaringan ini dituduh menyamarkan ekspor minyak Iran sebagai minyak Irak untuk menghindari embargo. Washington menilai praktik tersebut menjadi sumber pendapatan utama bagi Teheran di tengah tekanan ekonomi.

Langkah itu sekaligus menegaskan strategi pemerintahan Presiden Donald Trump yang tetap keras terhadap Iran. Tekanan ini muncul di saat perundingan nuklir antara kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan. 

Bagi pasar energi, kebijakan baru tersebut dipandang sebagai faktor risiko yang bisa membatasi pasokan global dan mendongkrak harga.

Namun demikian, di luar faktor geopolitik, investor juga menaruh perhatian pada pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Koalisi produsen minyak terbesar dunia tersebut diperkirakan akan membahas strategi produksi di tengah permintaan global yang belum pulih sepenuhnya.

Beberapa analis memprediksi OPEC+ akan tetap berhati-hati menjaga stabilitas harga dengan mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi. Namun, jika kelompok ini memberi sinyal peningkatan pasokan, pasar bisa kembali tertekan.

Kenaikan harga minyak diperkirakan bisa menambah tekanan inflasi di berbagai negara, terutama bagi importir energi. Di AS, harga minyak yang lebih tinggi dapat memperlambat tren penurunan inflasi, sehingga memperumit kebijakan moneter Federal Reserve.

Sementara itu, di kawasan Asia, Jepang, Korea Selatan, hingga India berpotensi terkena dampak lebih besar karena ketergantungan tinggi pada impor minyak mentah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore