
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun. (Dok. Kementerian Luar Negeri Tiongkok)
JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok merasa khawatir akan pengumuman Amerika Serikat mengenai penarikan diri dari Paris Agreement atau Perjanjian Paris. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, menyampaikan pernyataan tersebut dalam jumpa pers di Beijing, Tiongkok pada Selasa (21/1).
Menyadari perubahan iklim merupakan tantangan umum yang dihadapi oleh umat manusia, Guo mengatakan tidak ada negara yang bisa bersikap tak peduli atau tidak terpengaruh. "Tiongkok prihatin atas pengumuman penarikan diri Amerika Serikat dari Perjanjian Paris. Tekad dan tindakan Tiongkok untuk secara aktif mengatasi perubahan iklim tetap konsisten," kata Guo seperti dikutip dari China Daily, Rabu (22/1).
Dia menegaskan, Tiongkok akan bekerja sama dengan semua pihak. Sembari menjunjung tinggi konsep komunitas dengan masa depan, seraya menambahkan bahwa pihak Tiongkok akan bekerja sama dengan semua pihak, sambil menjunjung tinggi konsep dari komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Hal ini amat berguna secara aktif untuk mengatasi tantangan perubahan iklim dan bersama-sama mempromosikan proses transformasi hijau dan rendah karbon global. Sebagai informasi, Pemerintahan Trump telah mengungkapkan prioritas pertama mereka di Amerika Serikat setelah dilantik. Beberapa diantaranya difokuskan pada industri otomotif dan lingkungan.
Seperti dilansir dari Carscoops, Selasa (21/1), perkembangan diperkirakan akan terjadi dengan cepat. Tetapi Gedung Putih ingin membuat Amerika menjadi lebih terjangkau dan kembali mendominasi energi.
Sebagai bagian dari upaya ini, Trump akan mengakhiri kebijakan ‘ekstremisme’ iklim Biden. Rinciannya terbatas, tetapi pemerintahannya menjanjikan proses perizinan yang lebih efisien. Termasuk peninjauan terhadap semua peraturan yang memberikan beban yang tidak semestinya pada produksi dan penggunaan energi, termasuk penambangan dan pemrosesan mineral non-bahan bakar.
Presiden juga akan menarik diri dari Paris Agreement dan mengakhiri penyewaan untuk ladang angin besar yang merusak lansekap alam dan gagal melayani konsumen energi Amerika. Lebih jauh, Gedung Putih akan menghentikan sementara peraturan yang memberatkan dan radikal yang belum berlaku sebagaimana diumumkan Biden.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
