Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2025, 20.36 WIB

Tiongkok Khawatir akan Penarikan Diri Amerika Serikat dari Paris Agreement dan Tetap Komitmen Atasi Perubahan Iklim

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun. (Dok. Kementerian Luar Negeri Tiongkok) - Image

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun. (Dok. Kementerian Luar Negeri Tiongkok)

JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok merasa khawatir akan pengumuman Amerika Serikat mengenai penarikan diri dari Paris Agreement atau Perjanjian Paris. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, menyampaikan pernyataan tersebut dalam jumpa pers di Beijing, Tiongkok pada Selasa (21/1).

Menyadari perubahan iklim merupakan tantangan umum yang dihadapi oleh umat manusia, Guo mengatakan tidak ada negara yang bisa bersikap tak peduli atau tidak terpengaruh. "Tiongkok prihatin atas pengumuman penarikan diri Amerika Serikat dari Perjanjian Paris. Tekad dan tindakan Tiongkok untuk secara aktif mengatasi perubahan iklim tetap konsisten," kata Guo seperti dikutip dari China Daily, Rabu (22/1).

Dia menegaskan, Tiongkok akan bekerja sama dengan semua pihak. Sembari menjunjung tinggi konsep komunitas dengan masa depan, seraya menambahkan bahwa pihak Tiongkok akan bekerja sama dengan semua pihak, sambil menjunjung tinggi konsep dari komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Hal ini amat berguna secara aktif untuk mengatasi tantangan perubahan iklim dan bersama-sama mempromosikan proses transformasi hijau dan rendah karbon global. Sebagai informasi, Pemerintahan Trump telah mengungkapkan prioritas pertama mereka di Amerika Serikat setelah dilantik. Beberapa diantaranya difokuskan pada industri otomotif dan lingkungan.

Seperti dilansir dari Carscoops, Selasa (21/1), perkembangan diperkirakan akan terjadi dengan cepat. Tetapi Gedung Putih ingin membuat Amerika menjadi lebih terjangkau dan kembali mendominasi energi.

Sebagai bagian dari upaya ini, Trump akan mengakhiri kebijakan ‘ekstremisme’ iklim Biden. Rinciannya terbatas, tetapi pemerintahannya menjanjikan proses perizinan yang lebih efisien. Termasuk peninjauan terhadap semua peraturan yang memberikan beban yang tidak semestinya pada produksi dan penggunaan energi, termasuk penambangan dan pemrosesan mineral non-bahan bakar.

Presiden juga akan menarik diri dari Paris Agreement dan mengakhiri penyewaan untuk ladang angin besar yang merusak lansekap alam dan gagal melayani konsumen energi Amerika. Lebih jauh, Gedung Putih akan menghentikan sementara peraturan yang memberatkan dan radikal yang belum berlaku sebagaimana diumumkan Biden.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore