
Aktivis yang tergabung dalam gerakan #BersihkanIndonesia menggelar aksi teatrikal terkait Rencana Investasi dan Kebijakan Komprehensif (CIPP) Just Energy Transition Partnership (JETP) di depan Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Senin (20/11/2023).
JawaPos.com - Komitmen pendanaan internasional untuk program transisi energi Indonesia dalam kerangka Just Energy Transition Partnership (JETP) kembali meningkat. Pada Rapat Koordinasi Perkembangan Implementasi JETP yang digelar Jumat (5/12), pemerintah menyampaikan bahwa dukungan pendanaan naik dari USD 20 miliar pada 2022 menjadi USD 21,4 miliar pada 2025. Kenaikan tersebut dinilai sebagai bukti kuatnya kepercayaan global terhadap arah kebijakan energi Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, transisi energi merupakan bagian penting dari strategi pembangunan jangka panjang. Arah itu selaras dengan Asta Cita, terutama penguatan ketahanan energi dan pangan melalui pembangunan ekonomi hijau.
"Komitmen JETP untuk Indonesia telah tumbuh dari USD 20 miliar (2022) menjadi USD 21,4 miliar (2025) yaitu USD 11,4 miliar publik dari IPG dan USD10 miliar dari GFANZ, ini menunjukkan kuatnya kepercayaan internasional," ungkap Airlangga di Jakarta.
Hingga November 2025, Indonesia telah memobilisasi USD 3,1 miliar dari komitmen JETP, sementara USD 5,5 miliar lainnya sedang dalam proses negosiasi untuk proyek konkret. Selain itu, Britain and Northern Ireland juga turut menyampaikan dua studi kerangka Just Framework yang berisi langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi dan inklusivitas dalam transisi energi Indonesia.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada Jepang atas dukungannya melalui Sekretariat JETP serta seluruh donor IPG yang terlibat dalam penyusunan JETP Progress Report 2025 yang kini memasuki tahap finalisasi. Dalam pipeline transisi energi, pemerintah menyoroti dua proyek prioritas yang dianggap mampu memberi dampak signifikan, yaitu Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan program dedieselisasi. Kedua proyek ini membutuhkan dukungan erat antara pemerintah, mitra internasional, lembaga keuangan, dan pelaku industri.
"Ini adalah sebuah proyek komitmen yang besar dan itu tergantung kepada Indonesia dan Lintas Kementerian untuk mengakselerasikan. Jadi dengan demikian task force ini akan mempercepat, kita akan akselerasi JETP 2.0 agar dana ini benar-benar bisa mempercepat arahan Presiden Prabowo dalam mengakselerasi NDC Indonesia" tutupnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
