Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 02.47 WIB

Subsidi BBM Gunakan Skema Blending, Bahlil: Nanti Kita Umumkan Berapa Porsinya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satgas Hilirisasi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satgas Hilirisasi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke depan akan menggunakan skema campuran atau blending/blended. Artinya, sebagian akan disalurkan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT), dan sebagian lagi tetap seperti yang berjalan saat ini.

"Blending. Insya Allah blending. Nanti akan kita umumkan berapa porsinya," kata Bahlil usai ratas di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/12).

Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) tengah melakukan validasi data penerima subsidi BBM. Dengan demikian, diharapkan penyalurannya menjadi lebih tepat sasaran.

"Karena kan data selama ini nggak satu ya. Antara kementerian A, B, PLN, Pertamina, data kan berubah-ubah. Maka kita minta mulai sekarang datanya satu, supaya bisa jadi rujukan buat semua tentang siapa saja yang menerima bantuan, dan atau yang berhak menerima subsidi tunai," lanjut Ketua Umum Golkar itu.

Proses validasi data penerima subsidi BBM diharapkan rampung dalam satu pekan. Sementara itu, terkait ojek online (ojol), Bahlil sepakat bahwa mereka termasuk pelaku UMKM, yang artinya masih boleh 'meminum' BBM bersubsidi.

"Dia masuk UMKM dan tinggal kita ngecek mereka, karena kan mereka pelat hitam ya. Kita akan buat sedemikian rupa lah agar mereka bisa kita perhatikan," jelas Bahlil.

Lain halnya dari BBM, untuk subsidi LPG, Bahlil menyebut penyalurannya masih menggunakan distribusi tertutup seperti yang sudah berjalan. "Yang berhak menerima adalah yang 3 Kg, pembatasannya pakai KTP," imbuh Bahlil.

Sementara itu ketika ditanya, apakah Pertalite akan mengikuti harga keekonomian alias tidak lagi kategori jenis BBM bersubsidi saat skema blending ini diterapkan, Bahlil tak menjelaskan lebih jauh. "Nanti kita lihat yang akhirnya yah," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore