Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 September 2024 | 04.54 WIB

ESDM Tawarkan Lima Wilayah Kerja Panas Bumi Tahun Depan, Ada Gunung Lawu dan Telaga Ranu

Pengembangan panas bumi oleh PT Pertamina Geothermal Eenergi (PGE) Area Ulubelu di Tanggamus, Lampung. ANTARA - Image

Pengembangan panas bumi oleh PT Pertamina Geothermal Eenergi (PGE) Area Ulubelu di Tanggamus, Lampung. ANTARA

JawaPos.com - Pemerintah berencana menawarkan lima wilayah kerja (WK) panas bumi tahun depan. Tender yang dibuka adalah pekerjaan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE).
 
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi merinci ketiga WK yang bakal dilelang yakni yakni Gn. Lawu (+-195 MW), Sipoholo Ria-Ria (+-35 MW), dan Cubadak-Panti (+-30 MW). Kemudian, dua tender Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dilelang yaitu di Telaga Ranu (+-85 MW) dan Wapsalit (+-46 MW).
 
"Kami berharap lima lokasi panas bumi tersebut dapat menarik investor untuk mengembangkannya," kata Eniya Listiani Dewi dalam keterangan tertulis, Rabu (4/9).
 
 
Eniya menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan investasi mencapai USD 14,2 miliar untuk meningkatkan kapasitas listrik EBT menjadi 8,2 Giga Watt (GW) hingga tahun 2025. "Guna menaikkan kapasitas dari renewable itu hingga 8,2 gigawatt (GW). Kita bisa menaikkan bauran energi terbarukan tahun depan dari 13 persen menjadi 21 persen," katanya.
 
Eniya menjelaskan, peningkatan kapasitas listrik EBT sesuai target pada tahun 2025 bukanlah sebuah keniscayaan. Namun ia memastikan, bahwa untuk peningkatan ini memerlukan dana investasi yang sangat besar.
 
"Jadi, memang perlu dana yang besar, tetapi bukan tidak mungkin," jelas Eniya.
 
Eniya mengungkapkan, beberapa sumber-sumber energi terbarukan di Indonesia yang potensi ketersediaanya mencukupi. Bahkan beberapa melimpah seperti, solar (3.294 GW), angin (155 GW), air (95 GW), arus laut (63 GW), BBN (57 GW) dan panas Bumi (23 GW).
 
Terkait sumber energi panas bumi yang potensinya sangat besar dan berperan penting dalam mewujudkan NZE, Eniya mengatakan, pihaknya sudah menawarkan pengembangannya kepada investor. Selain mempunyai potensi yang besar sebagai base load, ketersediaan sumber EBT hampir ada di seluruh wilayah Indonesia.
 
"Indonesia memiliki potensi sumber energi panas bumi yang melimpah hingga mencapai 23,6 GW dengan yang sudah termanfaatkan 2,6 GW (11 persen) sehingga ketersediaannya untuk dimanfaatkan masih sangat terbuka. Sudah kita tawarkan ke berbagai pihak dan sekarang sudah ada yang di-develop. Ada yang masih kita tawarkan kepada investor yang berminat mengembangkan panas bumi di Indonesia," ungkap Eniya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore