JawaPos.com - General Manajer (GM) PT PLN UID Sumsel, Jambi dan Bengkulu (S2JB), Adhi Herlambang, mengatakan pemadaman listrik masih akan dilakukan di Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung pada malam ini, Kamis (6/6).
Adhi menyebut, durasi pemadamannya berkisar 1-2 jam dimulai dari pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB.
“Kurang lebih 1-2 jam pemadaman listriknya,” kata Adhi Herlambang kepada wartawan, Kamis (6/6).
Adhi mengatakan pemadaman listrik ini dilakukan sebagai bentuk proses pemulihan, setelah blackout atau mati listrik terjadi sejak Selasa (4/6) di sejumlah kota di Sumatera.
Meskipun begitu pihaknya belum dapat merincikan wilayah mana saja yang terdampak pemadaman listrik malam ini. Ia hanya menyebut pemadaman akan dilakukan secara merata.
"Jadi kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir karena pemadaman tidak lama seperti kemarin karena sistem sudah normal 100 persen dini hari tadi,” ungkapnya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan yang menyuplai 4,3 juta pelanggan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, dan Bengkulu telah normal dan menyala 100 persen.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Adhi Herlambang menyampaikan bahwa seluruh masyarakat di wilayah Provinsi Sumsel, Jambi, dan Bengkulu telah kembali dapat menikmati listrik PLN sejak pukul 01.02 WIB dini hari ini, Kamis (6/6).
"Berkat dukungan dan doa dari masyarakat semua, Alhamdulillah pada hari ini pukul 01.02 WIB kami dapat memulihkan kembali 100 persen pasokan listrik ke seluruh masyarakat," kata Adhi Herlambang, General Manager PLN UID S2JB dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (6/6).
Adapun sebelumnya, pada Selasa (4/6) telah terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV Linggau-Lahat, yang merupakan jaringan interkoneksi dan terhubung dengan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Setelah kejadian, tim gabungan PLN bergerak untuk melakukan kordinasi dan penormalan bertahap mulai dari sisi pembangkitan, transmisi, distribusi hingga ke seluruh pelanggan. Adapun upaya penormalan melibatkan penanganan pada 458 penyulang, 29.146 gardu distribusi, dan 4,3 juta pelanggan.