
Ilustrasi apaartemen yang dikembangkan di Jakarta. (dery)
JawaPos.com - Kehadiran investor asing di bidang properti, mendorong ekonomi bertumbuh dengan masuknya investasi mereka dan berdampak lebih bergairahnya pasar properti di tanah air.
Pengamat properti yang juga CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengungkapkan kondisi fundamental yang saat ini cukup terjaga, memposisikan Indonesia sebagai salah satu pasar besar bagi sektor properti. Hal tersebut sekaligus juga menunjukkan, masih tingginya minat properti asing masuk ke pasar Indonesia.
Bagi Indonesia, hal ini akan menjadi peluang yang menunjukkan, iklim investasi Indonesia masih sangat kondusif bagi masuknya investasi asing, khususnya bagi investor yang bercokol di wilayah Asia seperti dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Jepang. Peluang inilah yang ditangkap oleh New Yi-Ho Group. Sebagai perusahaan internasional yang menjadikan pengembangan real estate sebagai bisnis utamanya.
PT Yiho Jakarta Real Estate Development yang merupakan anak perusahaan dari New Yi-Ho Holding Group Co. Ltd., pengembang (properti) yang berkantor pusat di Hongkong hadir di Indonesia pertengahan tahun ini.
Richard Oh, CEO PT Yiho Jakarta Real Estate Development mengatakan, dengan pengalaman perusahaan di global yang sudah mencapai lebih dari 20 tahun, dirinya optimistis perusahaan dapat turut berkontribusi aktif pada industri properti di Indonesia.
“Besarnya jumlah penduduk usia produktif di Indonesia – usia 15 sampai 65 tahun, yang kini jumlahnya berkisar 185,2 juta jiwa meyakinkan kami bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia," ujarnya.
Menurut Richard, besarnya jumlah penduduk akan menjadi pembeli potensial sejumlah proyek properti yang ada di tanah air. Apalagi saat ini rasio kepemilikan rumah di Indonesia dengan negara tetangga masih jauh, yaitu rasio Kredit Pemilik Rumah (KPR) mencapai 2,85% terhadap Produk Domestik Brutto (PDB).
“Sektor properti biasanya mengalami siklus setiap 10 tahun sekali, dan selama lima tahun ke belakang, sektor ini mengalami kondisi yang kurang menguntungkan sehingga kami optimis selama lima tahun ke depan kondisinya akan menjadi lebih baik. Situasi naik turun di bidang properti adalah kondisi yang biasa kami alami,” kata Richard.
Ali Tranghanda melihat, sampai saat ini posisi Indonesia kerap menjadi magnet tujuan investasi masuknya properti asing ke Indonesia. Selain faktor pendukung seperti kondisi ekonomi makro yang cukup stabil, bonus demografi penduduk Indonesia, memperbesar porsi kue yang akan dinikmati para pebisnis di sektor properti.
Itu sebabnya menurut Tranghanda, di mata investor properti asing saat ini, posisi Indonesia masih memperlihatkan tren yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Kendati demikian ia mengakui, pertumbuhan pasar properti ‘sedikit terganggu’, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini.
Bicara minat beli dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi, dirinya memandang sebagai fenomena cukup menarik, dimana saat ini pertumbuhan ekonomi terkontraksi di Q2-2020, pertumbuhan penjualan perumahan mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dibandingkan Q1-2020. Hal ini memberikan gambaran, daya beli masyarakat Indonesia di sektor properti masih cukup tinggi.
“Jadi meskipun sempat anjlok di Q1-2020 50,1%, namun bertumbuh tinggi di Q2-2020 sejak pelonggaran PSBB akhir Mei 2020. Pertumbuhan terjadi di hampir semua segmen, baik yang harganya di bawah Rp300 jutaan/unit ataupun yang di atas Rp 1 miliar/unit," tegasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=iaRJ-GGc3Do

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
