Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Februari 2019 | 14.10 WIB

Catat Laba Rp 271 Miliar di 2018, Taspen Perkuat Bisnis Anak Usaha

Ilustrasi layanan customer PT Taspen tengah melayani peserta di kantor cabang Tangerang - Image

Ilustrasi layanan customer PT Taspen tengah melayani peserta di kantor cabang Tangerang

JawaPos.com - Di tengah tekanan perekonomian global dan di dalam negeri sepanjang 2018, PT Taspen (Persero) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 271,55 miliar. Untuk memaksimal kinerja, BUMN penyelenggara tabungan pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) ini akan memperkuat investasi di anak usaha untuk memperkuat penempatan dana di sejumlah portfolio investasi lainnya.


Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, laba tersebut ditopang oleh pendapatan premi sebesar Rp 8,09 triliun. “Jumlah ini naik sebesar 3,55 persen dari tahun 2017,” ujarnya saat Public Expose Kinerja PT Taspen (Persero) Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (13/2).


Pada acara itu hadir juga Direktur Operasi dan Manajemen Risiko Ermanza, Direktur Keuangan Helmi Imam Satriyono, Direktur SDM dan Teknologi Informasi Mohamad Jufri, Direktur Investasi Antonius N.S Kosasih, dan Direktur Perencanaan, Kepatuhan dan Aktuaria Dodi Susanto.


Menurut Iqbal, laba juga ditopang oleh hasil investasi sebesar Rp 7,65 triliun. Jumlah tersebut naik sebesar 1,25 persen yang merefleksikan tingkat yield 8,7 persen.


Untuk aset, kata dia, tercatat sebesar Rp 231,87 triliun atau tumbuh sebesar 0,65 persen dibanding tahun 2017. Dengan pertumbuhan ini, maka aset tumbuh secara konsisten rata-rata 9,68 persen selama 5 tahun terakhir.


“Pertumbuhan aset sebesar 0,65 persen ditopang oleh naiknya aset investasi sebesar 3,71 persen menjadi sebesar Rp 216,76 triliun,” paparnya.


Menurut dia, kualitas aset Taspen terjaga ditunjukkan dari pemilihan jenis instrumen dan emiten secara selektif. Selain obligasi pemerintah, Taspen juga melakukan investasi pada beberapa instrumen lainnya, diantaranya obligasi korporasi, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), reksadana, saham serta investasi langsung.


“Disamping menjaga kualitas aset dan Yield yang optimal, Taspen juga berperan aktif dalam investasi pada proyek infrastruktur nasional di lebih dari 18 ruas tol yang tersebar di Jawa dan Sumatera,” ujarnya.


Anak perusahaan Taspen serta entitas asosiasi, yakni Taspen Properti lndonesia, Taspen Life serta Bank Mandiri Taspen turut serta memberikan kontribusi pendapatan sebesar 4,5 persen dan laba sebesar 34 persen. Kontribusi tersebut telah konsisten diberikan oleh anak perusahaan selama 4 tahun terakhir ditunjukkan oleh nilai aset dan laba bersih yang semakin meningkat setiap tahunnya.


"Untuk investasi di Bank Mandiri Taspen, kita telah melakukan penambahan modal Rp 646 miliar," imbuh Iqbal.


Dengan suntikan dana itu, kini menguasai 48,416 persen saham Bank Mandiri Taspen. Penambahan bertujuan agar Bank Mantap dimasa yang akan datang dapat memberikan peningkatan layanan kepada para peserta Taspen.


Sebagai wujud konsistensi Taspen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta, sambung Iqbal, Taspen terus meluncurkan inovasi terkait dengan pelayanan kepada peserta, selain Layanan 1 Jam, Layanan Klim Otomatis, SIM Gaji serta Mobil Layanan, Taspen ke depannya akan terus berinovasi dengan didukung oleh teknologi infomasi. Diantaranya adalah Aplikasi Taspen Care, New Taspen Mobile, Aplikasi Otentikasi Digital, Aplikasi New E-Dapem serta Taspen SmartCard yang merupakan wujud sinergi BUMN.


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore