Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Februari 2022 | 22.28 WIB

Aksi Mogok, Produsen Merasa Pemerintah Tak Mau Tahu soal Tahu-Tempe

Stok tempe mulai menipis di Pasar Tambahrejo. Rafika Yahya/JawaPos - Image

Stok tempe mulai menipis di Pasar Tambahrejo. Rafika Yahya/JawaPos

JawaPos.com - Para perajin tempe dan tahu mulai hari ini selama tiga hari ke depan menggelar aksi mogok produksi. Artinya, stok tahu dan tempe kosong di pasaran. Hal itu merupakan bentuk protes para perajin karena pemerintah dianggap tidak mampu menstabilkan harga kedelai yang sedang meroket di pasar dunia.

Harga kacang kedelai impor dalam beberapa pekan terakhir terus meroket. Dari yang semula hanya sekitar Rp 8.000 per kilogram (kg), kini harganya mencapai Rp 11.240 per kg. Kondisi ini membuat para perajin tahu dan tempe menjerit karena sudah tak mampu lagi bertahan dan terancam gulung tikar.

Ketua Umum Paguyuban Dadi Rukun Rasjani mengatakan, kenaikan harga kacang kedelai impor ini semakin menambah tekanan ekonomi bagi para perajin tempe dan tahu yang selama ini sudah kesulitan karena pandemi.

"Alih-alih memberi subsidi guna membantu para pelaku ekonomi kecil ini, pemerintah justru terkesan membiarkan harga kacang kedelai naik tajam," ujarnya dalam keterangannya, Senin (21/2).

Rasjani menyebut, perajin tempe meminta pemerintah turun tangan untuk mengendalikan harga kacang kedelai impor. Aksi unjuk rasa ini diikuti oleh sekitar seratus perajin tempe dari berbagai wilayah di Depok dan sekitarnya.

Selain menumpuk peralatan produksi, mereka juga membentangkan berbagai spanduk berisi protes atas kenaikan harga kacang kedelai. "Pemerintah tak bisa lagi tutup mata dengan nasib mereka. Mereka juga mendesak importir dan distributor kedelai impor tak seenaknya menaikkan harga," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore