
UNTUK EKSPOR-IMPOR: Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG) menunjang Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di bagian utara Gresik.
Menipisnya lahan menjadi salah satu problem pengembangan industri dan perumahan di Kota Pudak. Pemkab berupaya mencari alternatif lain. Di kawasan Gresik Utara, dikembangkan pusat ekonomi baru di masa mendatang.
DERETAN pergudangan baru berderet apik di Jalan Raya Manyar. Gudang yang sebagian disediakan untuk bahan produksi berdiri teratur. Lokasinya berimpit dengan akses pantura.
Selama ini, kawasan industri di Manyar menjadi penopang pengembangan Gresik Utara. Banyak pengusaha industri dan properti yang melakukan ekspansi ke Sidayu, Panceng, Bungah, Dukun, dan Ujungpangkah.
Mereka tergerak setelah melihat geliat bisnis di Manyar. ’’Perkembangan Gresik Utara tidak bisa lepas dari Manyar. Industri, terutama,’’ jelas Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pelayanan Perizinan Penanaman Modal Gresik Bambang Irianto saat ditemui akhir pekan.
Pemkab, lanjut dia, memiliki keinginan kuat untuk mendorong kemajuan Gresik Utara. Termasuk menggarap potensi ekonomi masyarakatnya.
Langkah tersebut diwujudkan dengan penyusunan draf rencana detail tata ruang kabupaten (RDTRK) kawasan Gresik Utara. Usul itu masih dikaji DPRD Gresik.
Ada beberapa bidang yang bakal digenjot. Salah satunya adalah sektor industri. Berdasar RDTRK, bagian pengolahan bakal dikembangkan di Kecamatan Ujungpangkah, Sidayu, dan sebagian wilayah Panceng.
Di tiga kecamatan tersebut, juga disiapkan area khusus untuk pendirian kawasan perdagangan-jasa. Yakni, Kecamatan Ujungpangkah dengan lokasi andalan di Desa Banyuurip, Pangkahwetan, Ketapanglor, atau Karangrejo.
Meski industri dikembangkan besar-besaran, pemkab tak bakal melupakan RTRW yang menjadi pedoman. Sesuai dengan RTRW, sebagian besar Gresik Utara diplot sebagai daerah pengembangan agropolitan dan minapolitan.
Menurut Bambang, rencana itu tak mungkin diubah. Sektor industri justru bakal mengikuti. Industri nonpolusi diprioritaskan.
’’Perusahaan di Gresik Utara yang mendukung pengembangan agropolitan dan minapolitan diprioritaskan,’’ katanya.
Saat ini, ada pembangunan empat kawasan industri yang tersebar di empat kecamatan. Di antaranya, Kawasan Industri Sedayu (KIS) atau kawasan industri milik PT Polowijo Gosari Group.
’’Keempat kawasan industri memasuki tahap berbeda. Ada yang sudah berdiri. Ada pula yang masih berada dalam proses pembebasan lahan,’’ ungkap Bambang.
’’Sementara Wotanindo Industrial Estate dihuni beberapa perusahaan,’’ ucapnya.
Dari penelusuran, pelaku industri di sana sering mengolah pupuk. Ada juga yang mengarah ke agropolitan. Banyak pula industri yang bergerak di bidang perkayuan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
