
Gangster bikin onar di wilayah hukum Polres Gresik, lakukan sweeping kaos perguruan silat. (Istimewa)
JawaPos.com - Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik tengah mendalami kasus kekerasan yang dilakukan komplotan gangster di wilayah Gresik utara.
Hingga kemarin (5/1), Korps Bhayangkara telah mengamankan 6 orang. Meski demikian, seluruhnya masih berstatus sebagai saksi.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menjelaskan bahwa aksi anarkistis tersebut terjadi pada Minggu (4/1) dini hari. Bermula saat komplotan pemuda itu menggelar kopdar di wilayah Kecamatan Sidayu.
"Pasca selesai, mereka menggelar konvoi bermotor. Diikuti sekitar 20 orang, mayoritas membawa senjata tajam maupun pentungan," ungkapnya.
Sialnya, di tengah perjalanan, konvoi tersebut berubah menjadi sweeping anarkis. Parahnya, aksi itu menyasar masyarakat umum yang menggunakan atribut kaos perguruan.
"Total ada 4 korban. Seluruhnya mengalami kekerasan dan perampasan handphone," papar Alumnus Akpol 2015 itu.
1 korban di wilayah Kecamatan Dukun dihajar gara-gara menggunakan kaos perguruan berbeda. Sementara 3 korban lainnya berasal di wilayah Kecamatan Panceng.
"Pemicunya juga gara-gara kaos. Namun para pelaku juga menghajar penjual dan pembeli nasi goreng," papar Arya.
Hingga kini, pihaknya telah memeriksa 6 orang saksi atas kejadian tersebut. 5 orang diantaranya merupakan anak di bawah umur. "Masih berstatus saksi. Kami juga memburu otak pelaku yang diduga menjadi provokator," terangnya.
Sebelumnya, pada Minggu (4/1) lalu, aksi kriminalitas jalanan meresahkan warga Gresik Utara. Gerombolan pemuda menyerang warga secara acak di wilayah Kecamatan Dukun dan Panceng pada dini hari.
Salah satu korban diketahui mengalami luka sabetan sajam dan harus mendapat perawatan medis. Padahal sedang makan di sebuah warung di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun.
“Korban tiba-tiba dikeroyok saat makan hingga mengalami luka sabetan. Kejadiannya sekitar pukul 01.30 WIB,” ujar Kanitreskrim Polsek Dukun Aiptu M. Maksum.
Setelah puas menyerang, puluhan pelaku berpindah ke Desa Ketanen, Kecamatan Panceng. Mereka pun kembali melakukan penyerangan yang menyasar 3 korban.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengantongi beberapa bukti CCTV di sekitar lokasi. Petugas kini masih berupaya memburu gerombolan tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Satreskrim Polres Gresik. Mohon waktu untuk proses penyelidikan lebih lanjut," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
