
Photo
JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa dalam kondisi ekonomi saat ini dengan pertumbuhan belum sepenuhnya pulih, pemerintah tak bisa hanya mengandalkan pendapatan yang bersumber dari pajak. Jadi, BUMN perlu memberikan dividen kepada negara.
"Tidak mungkin dalam kondisi ekonomi seperti hari ini pemerintah hanya mengandalkan pajak, akhirnya perlu ada dividen," kata dia saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Hasanudin Makassar, Rabu (30/3).
Adapun, dividen yang diperoleh negara dari perusahaan pelat merah, nantinya menjadi anggaran yang digunakan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat. Selah satunya adalah subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, namun tidak dengan BBM jenis Pertamax.
Diketahui bahwa pemerintah telah memutuskan untuk tidak ada kenaikan harga BMM jenis Pertalite, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan.
"Dividen ini yang dipakai untuk program subsidi BBM masih berjalan, ya ini pemerintah sudah memutuskan Pertalite dijadikan subsidi, Pertamax tidak. Jadi kalau Pertamax naik ya mohon maaf, tapi Pertalite subsidi tetap gitu," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa negara harus merogoh kocek sangat dalam untuk memberikan subsidi BBM kepada masyarakat. Bahkan, jumlahnya mencapai triliunan rupiah, termasuk untuk subsidi litrik bagi pelanggan 450 VA.
"Tapi itu lah kebijakan pemerintah di mana subsidi BBM mencapai puluhan triliun. Kemarin listrik digratiskan bantuan sosial dan lain lain. Jadi pemerintah hadir," jelasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyampaikan bahwa Pertamina akan melakukan perhitungan ulang harga Pertamax. Sebab, informasi dari Kementerian ESDM RON 92 atau Pertamax harga keekonomiannya adalah Rp 14.500 per liter.
Sementara saat ini, kata Arya, Pertamina masih menjualnya di harga Rp 9.500 per liter. Ia pun mengaku khawatir pemerintah mensubsidi BBM jenis Pertamax untuk pengguna mobil mewah.
"Pertamax Rp 9.500, ini bisa dikatakan posisinya Pertamina subsidi Pertamax. Dan ini jelas artinya, Pertamina subsidi mobil mewah yang pakai Pertamax. Ini perlu dihitung ulang supaya ada keadilan," katanya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
