
Photo
JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi khususnya di DKI Jakarta mulai menunjukkan peningkatan sedikit demi sedikit. Hal ini tidak lepas dari geliat para aplikator jasa yang kerap menjadi andalan masyarakat untuk meminimalisasi penularan di masa pandemi Covid-19.
Sebelumnya, pemerintah sempat mengeluarkan beberapa kebijakan terkait merangsang perekonomian, mulai dari memberikan bantuan dana bagi karyawan formal serta bantuan dana langsung (BLT) bagi pelaku UMKM.
Sayangnya, para pelaku pekerja informal seperti ojek online dan sejenisnya masih belum mendapatkan bantuan secara serius. Mengingat jumlah pekerja informal sangat banyak, para aplikator juga merapatkan barisan dan turut membantu sektor ini juga agar bisa bertahan hingga akhir pandemi yang belum ditemukan titik cerahnya.
Melihat hal ini, salah satu solusi untuk memacu pertumbuhan ekonomi adalah sinergi antara aplikator jasa dan pemerintah. CEO Halojasa Hengky Budiman menilai bahwa para pekerja informal sebetulnya merupakan instrumen penting dalam memajukan ekonomi.
“Sektor informal seperti jasa cleaning service, jasa service AC, pijat reflexology, serta jasa cuci mobil dan motor ini memiliki potensi market yang besar," ujar Hengky yang bergerak dalam bisnis layanan lifestyle dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com.
Hengky mengatakan, masa pandemi yang membuat perekonomian morat-marit membuat beberapa layanan jasa memutuskan untuk menutup permanen operasi mereka. Hal ini otomatis membuat ratusan karyawan mereka menganggur.
Tak cuma itu, ribuan mitra mereka juga ikut tidak memiliki naungan penghasilan. Hengky bahkan mengatakan bahwa Halojasa sudah menerima banyak vendor yang tadinya merupakan bagian dari aplikator jasa lain.
"Kami melihat ada peningkatan pada sisi operasional kami, khususnya di bagian penerimaan calon vendor yang sebagian besar berasal dari tempat lain," ujarnya.
Berkaca dari hal ini, Hengky menuturkan bahwa peran pemerintah untuk terus menyokong kinerja aplikator jasa, yang tentunya bertumpu pada jasa para pekerja informal, sangat dibutuhkan.
"Tenaga informal kita saat ini mencapai 70 juta lebih. Tentu harus jadi perhatian khusus (pemerintah) jika kita ingin meningkatkan stimulus ekonomi," kata Hengky.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
