
Petugas Satpol PP menyegel unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) saat operasi yustisi di Rusunawa Kudu, Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026)
JawaPos.com - Capaian pertumbuhan ekonomi dan investasi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir belum cukup untuk menggambarkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi yang tercermin dalam indikator makro belum tentu sejalan dengan kondisi ekonomi yang dirasakan mayoritas masyarakat. Terlebih, persoalan daya beli, kecukupan upah, hingga ketersediaan lapangan kerja layak masih menjadi tantangan.
Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (Ideas), Muhammad Anwar, mengatakan capaian ekonomi dan investasi pemerintah tidak boleh hanya dinilai berdasarkan angka-angka makroekonomi.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah melihat sejauh mana pertumbuhan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kita perlu melihat adanya kesenjangan antara kinerja ekonomi di atas kertas dan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan apabila daya beli masyarakat masih tertekan, upah tidak memadai, dan kesempatan kerja layak semakin sulit diperoleh,” ujar Anwar ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (30/10).
Anwar mengatakan, pemerintah perlu memastikan manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok atau sektor tertentu.
Ia meminta pemerintah tidak terlalu sibuk merayakan angka investasi, sementara persoalan mendasar mengenai siapa yang memperoleh keuntungan dan siapa yang menanggung beban pembangunan justru terabaikan.
Menurutnya, dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja tidak serta-merta menunjukkan keberhasilan pemerintah.
“Kita perlu melihat ke mana penyerapan tenaga kerja itu terjadi dan seperti apa kualitas pekerjaan yang tersedia,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Mengulik Penyebab Rans Carnival Diboikot, Deklarasi Mahasewa hingga Share Revenue UMKM 20 Persen
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Profil AKBP Netty Rosdiana, Istri Jenderal Polisi yang Pernah Sindir Seskab Teddy 'Lupa Daratan'
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
Prediksi Skor Garudayaksa vs PSS Sleman: Sama-Sama Terluka, Duel Pakansari Rawan Berakhir Imbang
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs PSS Sleman: Kejutan atau Deja vu Final Championship Musim Lalu
Sains Ungkap 7 Keunggulan Orang Tua Introvert yang Sering Dikira Pendiam
Prediksi Skor Lecce vs Genoa: Giallorossi Bidik Tiga Poin, Tren Kemenangan Tamu Terancam
5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022