Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Jumat, 30 Oktober 2026 | 21.15 WIB

Angka Ekonomi Meningkat, tapi Kualitas Hidup Masyarakat Masih Rapuh

Petugas Satpol PP menyegel unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) saat operasi yustisi di Rusunawa Kudu, Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026) - Image

Petugas Satpol PP menyegel unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) saat operasi yustisi di Rusunawa Kudu, Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026)

JawaPos.com - Capaian pertumbuhan ekonomi dan investasi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir belum cukup untuk menggambarkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi yang tercermin dalam indikator makro belum tentu sejalan dengan kondisi ekonomi yang dirasakan mayoritas masyarakat. Terlebih, persoalan daya beli, kecukupan upah, hingga ketersediaan lapangan kerja layak masih menjadi tantangan.

Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (Ideas), Muhammad Anwar, mengatakan capaian ekonomi dan investasi pemerintah tidak boleh hanya dinilai berdasarkan angka-angka makroekonomi.

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah melihat sejauh mana pertumbuhan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kita perlu melihat adanya kesenjangan antara kinerja ekonomi di atas kertas dan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan apabila daya beli masyarakat masih tertekan, upah tidak memadai, dan kesempatan kerja layak semakin sulit diperoleh,” ujar Anwar ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (30/10).

Anwar mengatakan, pemerintah perlu memastikan manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok atau sektor tertentu.

Ia meminta pemerintah tidak terlalu sibuk merayakan angka investasi, sementara persoalan mendasar mengenai siapa yang memperoleh keuntungan dan siapa yang menanggung beban pembangunan justru terabaikan.

Menurutnya, dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja tidak serta-merta menunjukkan keberhasilan pemerintah.

“Kita perlu melihat ke mana penyerapan tenaga kerja itu terjadi dan seperti apa kualitas pekerjaan yang tersedia,” ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore