
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (30/10), setelah ditutup menguat sebesar 3,49 persen ke level 5,098 pada perdagangan Kamis (29/10).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v] pada label hitam, dengan potensi koreksi ke 5,024 sebelum kembali menguat menuju 5,456–5,564.
Sebaliknya, worst case (label merah), IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4,763-4,845. Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 5,185 - 4,915 sedangkan resistance di level 5,460- 5,563.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang menarik dicermati investor pada perdagangan Jumat (30/10). Yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). Keempat saham tersebut direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness.
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BBNI sebelumnya terkoreksi 3,28 persen ke level 3.240, disertai tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave 2. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 3,080–3,240, dengan target harga 3,490 dan 3,750 serta stop loss di bawah 3,000.
Selanjutnya, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham INDY sebelumnya terkoreksi 6,77 persen ke level 1,860, dengan tekanan jual yang masih dominan.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi INDY saat ini berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C]. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1,650–1,780, dengan target harga 2,030 dan 2,250 serta stop loss di bawah 1,560.
Berikutnya, saham PT Indosat Tbk (ISAT) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham ISAT sebelumnya terkoreksi 6,69 persen ke level 1,465, dengan tekanan jual yang masih dominan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022