Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Dimas Choirul
Jumat, 30 Oktober 2026 | 02.35 WIB

BPKN Ingatkan Risiko Kelangkaan Air Galon jika Truk Sumbu 3 Dibatasi Saat Nataru

Ilustrasi truk sumbu tiga (Istimewa). - Image

Ilustrasi truk sumbu tiga (Istimewa).

JawaPos.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) mengingatkan akan risiko kelangkaan air minum dalam kemasan (AMDK) jika truk sumbu tiga atau lebih dilarang beroperasi selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Pembatasan tersebut dinilai berpotensi mengganggu distribusi, mengerek harga, hingga menyulitkan masyarakat mendapatkan air minum.

Ketua BPKN RI Mufti mengatakan pemerintah perlu belajar dari pengalaman pembatasan kendaraan angkutan berat yang dilakukan pada beberapa periode mudik Lebaran. Di mana kebijakan tersebut pernah berdampak pada tersendatnya pasokan AMDK di sejumlah wilayah.

“Pada 2016 dan tahun-tahun sebelumnya, pelarangan kendaraan berat melintas selama musim mudik Lebaran menyebabkan kelangkaan AMDK di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, Bandung, dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Distribusi AMDK sangat bergantung pada kendaraan truk sumbu tiga atau lebih,” ujar Mufti dalam keterangannya pada Kamis (29/10).

Menurut dia, persoalan tersebut bukan sekadar keterlambatan pengiriman barang. Ketika distribusi terhambat, masyarakat bisa kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari yang selama ini dianggap mudah dijangkau, terutama air minum kemasan galon.

Pembatasan truk juga dapat mengganggu distribusi air minum galon yang menggunakan sistem pengembalian wadah. Selain mengirim galon berisi air, produsen harus mengangkut galon kosong dari pelanggan untuk digunakan kembali.

“Ketika distribusi galon berisi terhambat, pengangkutan galon kosong yang harus kembali ke pabrik juga ikut terganggu. Persoalan pasokan tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah pengiriman karena siklus distribusinya saling berkaitan,” jelasnya.

Mufti menyebut kelangkaan air minum galon pernah berlangsung hingga sekitar satu bulan setelah Lebaran 2008. Kondisi serupa juga terjadi pada Lebaran 2011 dan 2012, ketika stok di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan Tangerang, sulit ditemukan.

Dampak lainnya adalah kenaikan harga. Mufti mengatakan, dalam pengalaman kelangkaan AMDK pada masa lalu, harga air minum dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dari harga normal.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore