
Ilustrasi truk sumbu tiga (Istimewa).
JawaPos.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) mengingatkan akan risiko kelangkaan air minum dalam kemasan (AMDK) jika truk sumbu tiga atau lebih dilarang beroperasi selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Pembatasan tersebut dinilai berpotensi mengganggu distribusi, mengerek harga, hingga menyulitkan masyarakat mendapatkan air minum.
Ketua BPKN RI Mufti mengatakan pemerintah perlu belajar dari pengalaman pembatasan kendaraan angkutan berat yang dilakukan pada beberapa periode mudik Lebaran. Di mana kebijakan tersebut pernah berdampak pada tersendatnya pasokan AMDK di sejumlah wilayah.
“Pada 2016 dan tahun-tahun sebelumnya, pelarangan kendaraan berat melintas selama musim mudik Lebaran menyebabkan kelangkaan AMDK di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, Bandung, dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Distribusi AMDK sangat bergantung pada kendaraan truk sumbu tiga atau lebih,” ujar Mufti dalam keterangannya pada Kamis (29/10).
Menurut dia, persoalan tersebut bukan sekadar keterlambatan pengiriman barang. Ketika distribusi terhambat, masyarakat bisa kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari yang selama ini dianggap mudah dijangkau, terutama air minum kemasan galon.
Pembatasan truk juga dapat mengganggu distribusi air minum galon yang menggunakan sistem pengembalian wadah. Selain mengirim galon berisi air, produsen harus mengangkut galon kosong dari pelanggan untuk digunakan kembali.
“Ketika distribusi galon berisi terhambat, pengangkutan galon kosong yang harus kembali ke pabrik juga ikut terganggu. Persoalan pasokan tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah pengiriman karena siklus distribusinya saling berkaitan,” jelasnya.
Mufti menyebut kelangkaan air minum galon pernah berlangsung hingga sekitar satu bulan setelah Lebaran 2008. Kondisi serupa juga terjadi pada Lebaran 2011 dan 2012, ketika stok di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan Tangerang, sulit ditemukan.
Dampak lainnya adalah kenaikan harga. Mufti mengatakan, dalam pengalaman kelangkaan AMDK pada masa lalu, harga air minum dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dari harga normal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022