Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Jumat, 30 Oktober 2026 | 01.44 WIB

Singgung MSCI, Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp 22 Ribu per USD

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo. (Istimewa) - Image

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo. (Istimewa)

JawaPos.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Sujono Djojohadikusumo memperingatkan nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Risiko itu, menurut dia, dapat membesar jika persoalan pasar modal Indonesia yang menjadi sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak segera diselesaikan.

Hashim menilai tekanan terhadap pasar saham Indonesia perlu disikapi serius. Dia menyoroti besarnya arus keluar investor asing yang dinilainya berpotensi memperlemah nilai tukar rupiah.

“Saya sudah hitung bisa jadi Rp 20 ribu-Rp 21 ribu per dolar AS. Ada yang bilang Rp 22 ribu,” ujar Hashim dalam acara Rapimnas Kadin, Kamis (29/10).

Adik Presiden Prabowo Subianto itu mengingatkan, pelemahan rupiah hingga level tersebut dapat meningkatkan beban pembayaran utang luar negeri Indonesia. Dampaknya juga berpotensi meluas ke perekonomian nasional.

“Kalau itu yang terjadi, rupiah bisa (menembus) Rp 21 ribu - Rp 22 ribu, (maka) pinjaman luar negeri kita, kita harus bayar lebih mahal. Ini jadi, bisa jadi bencana dan malapetaka bagi ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Hashim Soroti Praktik Saham Gorengan

Selain nilai tukar, Hashim menyoroti praktik perdagangan saham yang dinilainya tidak sehat, termasuk praktik yang dikenal sebagai saham gorengan. Menurut dia, persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang diperhatikan MSCI dan investor asing terhadap pasar modal Indonesia.

Hashim meminta para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tidak terlibat dalam praktik tersebut. Dia juga mengingatkan bahwa pemerintah berencana mengambil tindakan tegas terhadap praktik perdagangan saham yang melanggar aturan.

“Maka saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan-kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan. Mohon dengan sangat, praktik goreng-gorengan segera dihentikan, karena pemerintah sudah akan berkehendak untuk tindak tegas, tindak tegas,” ujarnya.

Hashim turut menyinggung penanganan kasus serupa di Turki. Dia menyebut pemerintah dan kepolisian negara tersebut telah menangkap 94 orang yang diduga terlibat dalam praktik bermasalah di pasar modal.

“Jangan sampai ini terjadi di Indonesia. Jangan sampai kawan-kawan Kadin juga ikut dengan praktik-praktik goreng-gorengan,” tegasnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore