
Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan hingga menuju level Rp 18.184 per dolar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan konflik geopolitik di timur tengah yang terus terjadi dan data Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi faktor yang menekan nilai tukar rupiah.
Ia menyebut, pergerakan Rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah.
Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas USD 115 per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat.
“Sentimen risk-off yang memburuk mendorong penguatan USD dan arus keluar dana dari pasar negara emerging markets. Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan yield obligasi,” ujar Erwin dalam keterangan yang diterima, Rabu (28/10).
Erwin mengatakan, dari domestik kekhawatiran atas potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI turut menekan aliran dana.
“Kebutuhan valas domestik yang meningkat menjelang akhir bulan juga menambah tekanan,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyebut bahwa secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, secara bulanan Rupiah melemah 1,15 persen.
Erwin memastikan, cadangan devisa Indonesia masih tetap terjaga sebesar USD 146,3 miliar pada akhir September 2026.
Untuk memperbaiki nilai tukar rupiah, ia mengatakan BI terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022