Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Dimas Choirul
Senin, 26 Oktober 2026 | 20.59 WIB

Pemerintah Jamin Pasokan Beras Aman Hadapi Nataru, Tahun Ini Tidak Ada Impor

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10). (Istimewa). - Image

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10). (Istimewa).

JawaPos.com – Pemerintah menjamin pasokan beras nasional aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), didukung cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog yang mencapai sekitar 4,5 juta ton serta keberlanjutan produksi dalam negeri. 

Kondisi ini memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman El Nino dan memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terjaga.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia mempertahankan swasembada beras selama dua tahun pemerintahan tanpa impor. Ketersediaan beras nasional ditopang oleh cadangan pemerintah, produksi yang masih berlangsung di lahan, serta beras yang beredar di masyarakat.

“Pangan kita, khususnya beras yang menjadi pangan strategis, selama dua tahun pemerintahan saat ini swasembada berkelanjutan. Tahun lalu tidak impor, tahun ini juga tidak impor. Insyaallah stok kita aman, aman sampai bulan Juli. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah saat ini,” kata Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10).

Amran menjelaskan, cadangan beras di Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton. Sementara itu, ketersediaan beras nasional juga didukung oleh produksi yang masih berada di lahan atau standing crop serta stok yang berada di masyarakat, termasuk sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, pemerintah optimistis pasokan beras tetap terjaga. Amran menyebut, berdasarkan perhitungan ketersediaan beras nasional secara keseluruhan, pasokan diperkirakan mencukupi hingga Juli–Agustus 2027.

“Standing crop kita itu 10 juta ton. Kemudian horeka itu 10 juta ton. Di Bulog 4,5 juta ton, total sekitar 25 juta ton. Kebutuhan per bulan 2,5 juta ton. Kalau 25 juta ton dibagi kebutuhan 2,5 juta per bulan, berarti itu bisa untuk 10 bulan ke depan. Artinya sampai bulan Juli-Agustus aman,” terangnya.

Untuk menjaga kesinambungan produksi di tengah ancaman El Nino, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, hingga penggunaan benih tahan kekeringan.

“Jadi, El Nino tidak perlu mengkhawatirkan karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya. Dengan pompanisasi, oplah, irigasi kita perbaiki, kemudian benih tahan kekeringan,” ungkap Mentan Amran.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore