Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Nanda Prayoga
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23.38 WIB

Billy Mambrasar Soroti Sulitnya UMKM Naik Kelas, dari Modal hingga Akses Pembeli

Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris PT Taspen (Persero) Billy Mambrasar (kiri). (Istimewa) - Image

Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris PT Taspen (Persero) Billy Mambrasar (kiri). (Istimewa)

JawaPos.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi sejumlah kendala untuk mengembangkan bisnis. Persoalan tersebut mencakup sulitnya memperoleh modal, pengurusan perizinan dan sertifikasi, biaya logistik yang tinggi, hingga terbatasnya akses untuk mendapatkan pembeli dan memasuki pasar ekspor.

Kondisi itu menjadi sorotan peneliti kebijakan ekonomi Politeknik Negeri Batam, Billy Mambrasar dalam Kepri Economic Forum 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Astin, Tanjungpinang, Kamis (22/10). 

Ia meminta pemerintah tidak hanya menampung keluhan para pelaku usaha, tetapi juga menghadirkan langkah konkret untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut.

“Saya marah kalau keluhan UMKM terus didengar, tetapi hambatannya tidak diselesaikan! Mereka kesulitan mendapatkan modal, mengurus izin, menghadapi biaya logistik, sampai mencari pembeli. Bagaimana mereka mau naik kelas kalau jalan untuk berkembang masih begitu sulit? Pemerintah harus hadir dengan solusi yang nyata. Bantu perizinannya, buka akses pembiayaannya, dan hubungkan mereka dengan pembeli!” tegas Billy.

Dia menilai, perkembangan ekonomi daerah semestinya turut membuka kesempatan bagi usaha kecil untuk tumbuh. Menurut dia, kemajuan investasi, industri, dan pariwisata perlu diikuti peningkatan pendapatan masyarakat, termasuk mereka yang menjalankan usaha skala mikro, kecil, dan menengah.

“Pelaku UMKM membutuhkan kesempatan yang nyata. Mereka perlu dibantu mengakses pembiayaan, mengurus perizinan, meningkatkan kualitas produk, dan mendapatkan pembeli. Pertumbuhan ekonomi Kepri harus bisa dirasakan sampai ke usaha kecil dan rumah tangga,” ujar Billy.

Sebagai Tenaga Ahli Deputi Investasi BP Batam, Billy juga menyoroti pentingnya mempertemukan pelaku UMKM dengan perusahaan industri dan sektor jasa. Kemitraan dengan hotel, restoran, serta pelaku pariwisata dinilai dapat menjadi jalan bagi usaha lokal untuk memperoleh pasar yang lebih stabil.

Menurut Billy, upaya mendorong UMKM berkembang tidak cukup hanya melalui pemberian modal. Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas produk, memenuhi persyaratan sertifikasi, memperbaiki kemasan, serta memahami prosedur perdagangan. Kebutuhan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing usaha.

Tantangan yang dihadapi semakin beragam ketika UMKM ingin menjangkau konsumen di luar negeri. Billy menilai, pendampingan ekspor perlu mencakup proses dari awal hingga produk benar-benar diterima pasar, mulai dari mencari calon pembeli, memenuhi standar negara tujuan, mengurus dokumen, hingga mengatur pengiriman.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore