Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2026 | 14.55 WIB

Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Dibayangi Sentimen The Fed dan Risiko Fiskal 

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Kamis (22/10), setelah sebelummya ditutup melemah sebesar 30 poin menjadi Rp 18.022 per dolar AS pada perdagangan Rabu (21/10).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.

"Untuk perdagangan (22/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.020 - Rp 18.070,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Kamis (22/10).

Ibrahim mengatakan, Dari eksternal, tekanan terhadap rupiah salah satunya berasal dari meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed). 

Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS untuk September memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut berpotensi membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Sikap kebijakan moneter AS menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan arus modal global, termasuk ke pasar negara berkembang seperti Indonesia.

“Investor juga akan memantau data klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims), yang diperkirakan naik dari 199.000 menjadi 200.000,” ujarnya.

Sementara itu, dari dalam negeri Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2026. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen. 

“Dengan demikian, BI telah menahan suku bunga dalam tiga pertemuan beruntun. Bank sentral sebelumnya juga mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen pada RDG Agustus 2026,” ucapnya.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore