Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Kamis, 22 Oktober 2026 | 02.02 WIB

IHSG Kembali Menguat Didorong Inisiatif Regulator Pulihkan Kepercayaan Pasar

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat didorong oleh langkah-langkah regulator pasar modal Indonesia yang berupaya memulihkan kepercayaan investor.

IHSG ditutup menguat 49,47 poin atau 0,94 persen ke posisi 5.328,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,41 poin atau 1,02 persen ke posisi 535,76.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas​​​​​​, Maximilianus Nico Demus  mengatakan langkah untuk memulihkan kepercayaan pasar dilakukan dengan melakukan penyesuaian terhadap saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, serta peningkatan keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham.

Selain itu, kata Nico, sentimen juga didorong oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI-Rate tetap di level yang sama 5,75 persen atau sesuai ekspektasi pasar.

Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan periode Oktober 2026, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Namun, suku bunga deposit facility diputuskan untuk naik sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen, sementara suku bunga lending facility diputuskan untuk tetap pada 6,5 persen.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG berbalik ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang menguat 3,64 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,39 persen dan 1,34 persen.

Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam 1,07 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing sebesar 0,91 persen dan 0,31 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu STRK, SOLA, IPTV, SOHO, dan BUKK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMMS, PGJO, LUCY, ATAP, dan SINI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,81 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,85 miliar lembar saham senilai Rp17,72 triliun. Sebanyak 384 saham naik, 328 saham menurun, dan 251 tidak bergerak nilainya

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore