
Suasana pameran otomotif di GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, di ICE BSD City Tangerang, Banten, Jumat (21/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Daya beli masyarakat menjadi salah satu persoalan yang masih membayangi perekonomian Indonesia. Di tengah aktivitas ekonomi yang terus berjalan, sebagian masyarakat, terutama kelompok menengah dan bawah, menghadapi tekanan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kenaikan biaya hidup yang tidak selalu diimbangi pertumbuhan pendapatan membuat ruang belanja rumah tangga semakin terbatas.
Tekanan daya beli ini menjadi penting untuk dicermati karena konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional.
Dewan Ekonomi Nasional dalam laporan September 2026 menilai konsumsi rumah tangga masih tumbuh, tetapi tekanan terhadap daya beli masyarakat menengah ke bawah meningkat.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan mencapai 3,28 persen pada September 2026. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan masyarakat mempertahankan pola konsumsi di tengah tekanan biaya hidup.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa daya beli masyarakat menurun terlihat dari pertumbuhan kredit properti yang melemah, sementara gadai dan pinjaman online (pinjol) naik tajam.
"Artinya untuk bertahan hidup masyarakat andalkan utang jangka pendek. Sebagian kelas menengah lakukan downgrade dengan membeli barang yang lebih murah, terjadi baik pada kendaraan bermotor dan kebutuhan pokok," ungkap Bhima kepada JawaPos.com.
Adapun tekanan daya beli juga dipengaruhi kebijakan pemerintah, terutama pungutan dan pajak yang dinilai semakin membebani masyarakat. Perubahan ketentuan PPh final bagi UMKM serta pengetatan penagihan pajak terhadap kelompok kelas menengah dinilai berpotensi mengurangi pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income) masyarakat.
"Prospek daya beli masih akan tertekan dan saya khawatir indonesia akan melewatkan Nataru dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang lebih rendah dibanding tahun lalu," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022