
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. (ANTARA)
JawaPos.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan dua inisiatif baru untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia setelah pengumuman terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sebagaimana diketahui, jajaran direksi BEI baru melakukan pertemuan dengan MSC secara daring untuk membahas perkembangan bursa saham di Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan keputusan tersebut dilakukan setelah sebelumnya BEI menyampaikan empat inisiatif untuk mendorong transparansi di bursa saham Indonesia.
“Setelah empat inisiatif yang sudah pernah kita selesaikan, yaitu disclosure nama pemegang saham 1 persen, penyampaian data investor yang granular (lebih detail), kemudian peningkatan ketentuan free float, serta pengumuman high shareholding concentration,” ujar Jeffrey saat ditemui di Kantor BEI, Jakarta pada Senin (19/10).
Ia mengatakan salah satu kebijakan yang disiapkan adalah mengeluarkan seluruh saham yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Jeffrey menegaskan kebijakan tersebut bukan berarti saham-saham terkait akan dihapus dari pencatatan bursa atau delisting. Saham tersebut tetap dapat diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi pergerakan IHSG.
“Bukan delisting, tetapi tidak diperhitungkan di dalam perhitungan IHSG,” ujarnya.
Ia mengatakan langkah tersebut bertujuan memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar. Mengingat saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dinilai memiliki potensi risiko terhadap integritas indeks.
Ia menyebut saham-saham dalam kategori HSC saat ini mencakup sekitar 18 persen dari keseluruhan IHSG. Namun, ia belum merinci daftar saham yang akan terdampak kebijakan tersebut. Sebelumnya, saham-saham dalam kategori HSC telah dikeluarkan dari sejumlah indeks unggulan BEI, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.
“Untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena seperti kita ketahui bahwa ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam high shareholding concentration. Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran yang lebih wajar dari IHSG, kami akan mengeluarkan seluruh saham dalam HSC dari IHSG,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022