Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05.30 WIB

34 Institusi Keuangan Keroyokan Biayai Proyek PSEL, Danantara: IIF jadi Financial Advisor

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (29/7). (Istimewa) - Image

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (29/7). (Istimewa)

JawaPos.com - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menurut Danantara, jumlah anggota panel masih berpotensi bertambah seiring dengan perkembangan proyek dan kebutuhan pembiayaan.

“Penetapan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel merupakan pencapaian penting dalam menyiapkan pembiayaan program PSEL,” Managing Director Investment DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10).

Sebanyak 34 anggota lenders panel yang telah ditetapkan hingga saat ini mencakup institusi pembiayaan proyek internasional yang berpengalaman dalam pembiayaan lintas negara, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, dan pengelola dana iklim.

Selain itu, terdapat bank-bank besar dari dalam negeri, termasuk Himbara dan bank umum swasta nasional, serta bank internasional yang beroperasi di Indonesia dan bank syariah.

Lenders panel merupakan kelompok calon pemberi pinjaman dan mitra pembiayaan yang dibentuk untuk mendukung pembiayaan pipeline proyek PSEL yang dikembangkan DIM melalui Denera dalam melaksanakan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Melalui panel ini, DIM dan Denera memetakan minat serta kapasitas pembiayaan institusi keuangan, baik di tingkat portofolio maupun proyek individual, sebelum proses pembiayaan formal dimulai.

Informasi tersebut menjadi dasar untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai, mulai dari jenis pinjaman, tenor pinjaman, fasilitas nontunai, hingga solusi pembiayaan lainnya.

Menurut Danantara, salah satu hasil utama pembentukan lenders panel adalah minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program PSEL. Angka ini mencerminkan tingginya ketertarikan institusi keuangan domestik dan internasional terhadap peluang pembiayaan program PSEL.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore