Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 06.50 WIB

Inflasi Medis 17,8 Persen, Persiapan Finansial Masa Tua Dinilai Semakin Penting

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti. (Istimewa). - Image

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti. (Istimewa).

JawaPos.com – Persiapan finansial untuk masa tua menjadi semakin penting di tengah kenaikan biaya kesehatan dan beban ekonomi keluarga. Laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits menyebutkan, inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026, jauh di atas inflasi umum yang berada di kisaran 2,5 persen.

Kenaikan biaya kesehatan berpotensi menekan tabungan masyarakat, terutama ketika memasuki usia nonproduktif saat penghasilan cenderung berkurang, sedangkan kebutuhan perawatan kesehatan dapat meningkat.

Risiko tersebut juga berkaitan dengan kondisi sandwich generation, yakni kelompok masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri sekaligus membantu membiayai orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan, 33,98 persen keluarga di Indonesia hidup bersama lansia. Kondisi ini menggambarkan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang agar kebutuhan pada masa tua tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan keluarga.

Sementara itu, laporan Financial Mindset of Young Adults in Asia 2025 mencatat 88 persen anak muda Indonesia berusia 20–35 tahun ingin memiliki perlindungan finansial agar tidak menjadi beban keluarga pada masa tua. Di tingkat Asia, 77 persen anak muda menempatkan keamanan finansial sebagai salah satu kecemasan utama.

Perencanaan sejak usia produktif dapat menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi risiko tersebut. Persiapan tidak hanya mencakup tabungan dan investasi, tetapi juga perlindungan finansial yang dapat digunakan ketika kebutuhan dan kemampuan menghasilkan pendapatan berubah.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan perlindungan finansial perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan pada setiap fase kehidupan.

“Hidup terus berganti fase, dan setiap fase membawa kebutuhan yang berbeda. Namun, perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga seharusnya tidak ikut berhenti,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/10).

Menurut dia, persiapan perlindungan sejak dini juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan keuangan keluarga ketika memasuki masa tua.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore