Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 03.17 WIB

Kalimantan Barat dan Bangka Belitung Paling Potensial sebagai Lokasi PLTN

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) Sripeni Inten Cahyani. (ANTARA) - Image

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) Sripeni Inten Cahyani. (ANTARA)

JawaPos.com - Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) Sripeni Inten Cahyani menilai Indonesia pada dasarnya telah memiliki modal awal yang cukup untuk mengembangkan energi nuklir, mulai dari sumber daya, regulasi, hingga lokasi potensial.

“Kita sudah punya resource-nya, tetapi belum dikonsolidasikan, belum ditandai bahwa kita mulai. Jadi perlu ada task force,” ujar Sripeni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (11/10).

Ia menilai tantangan berikutnya adalah mengonsolidasikan berbagai sumber daya dan institusi yang selama ini berjalan agar menjadi satu program nasional yang jelas.

Sejumlah wilayah juga telah menjadi perhatian dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Sripeni menyebut Kalimantan Barat dan Bangka Belitung sebagai wilayah yang potensial.

Menurutnya, penentuan lokasi tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan listrik di wilayah tersebut, terutama untuk mendukung pengembangan industri.

Dari sisi teknologi, Small Modular Reactor (SMR) menjadi salah satu opsi yang dinilai relevan untuk tahap awal. Teknologi tersebut dapat dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan industri atau wilayah dengan kebutuhan listrik yang besar dan spesifik.

Sripeni juga menilai pengembangan nuklir harus dikaitkan dengan pertumbuhan kebutuhan listrik. Menurutnya, kebutuhan listrik ke depan tidak hanya berasal dari rumah tangga, tetapi semakin besar berasal dari industri, kawasan ekonomi, pusat data, dan teknologi kecerdasan buatan.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Indonesia Nasional (BRIN) Syaiful Bakhri mengatakan, dalam pengembangan PLTN, setidaknya terdapat 19 aspek infrastruktur yang harus dipersiapkan yang di antaranya teknologi, sumber daya manusia, lokasi, hingga pendanaan.

“Dan bagi kita (BRIN), saya pikir Indonesia sudah siap dengan berbagai komponen tadi sebenarnya. Mulai dari tapak sudah ada SDM, kita tidak kekurangan,” kata Syaiful.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore