
Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang untuk rebound atau berbalik menguat pada perdagangan periode 12 hingga 16 Oktober. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif pada kisaran 6.000–6.215 pada pekan depan.
Penembusan resistance rentang tersebut berpotensi membuka ruang penguatan menuju 6.297, sedangkan pelemahan di bawah support 5.973 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan. Ia menambahkan untuk jangka pendek, area 6.008–6.025 menjadi zona koreksi yang perlu dicermati, dengan support terdekat di 6.018.
"Dalam skenario bullish, IHSG berpeluang melanjutkan rebound menuju area penutupan gap di 6.227–6.231. Namun, apabila gagal mempertahankan momentum dan menembus ke bawah 5.973, risiko koreksi lanjutan menuju 5.850–5.911 perlu diwaspadai," ujar Brigita dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (12/10).
Brigita mengatakan, secara teknikal IHSG menguat 1,04 persen ke level 6.093,76 pada Jumat (9/10) lalu dan ditutup di atas MA3. Indeks juga berhasil bertahan di atas level psikologis 6.000.
Pada timeframe mingguan, IHSG menguat 0,94 persen dengan dukungan volume pembelian, tetapi belum menembus MA20 sehingga pemulihan tren jangka menengah belum terkonfirmasi. Dari sisi momentum, histogram negatif MACD yang terus menyempit mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Namun, potensi death cross pada Stochastic RSI di area pivot menunjukkan bahwa penguatan jangka pendek masih berisiko tertahan.
Sentimen Global dan Domestik
Brigita menyebut terdapat sejumlah sentimen dari global dan domestik memengaruhi pergerakan saham dalam sepekan terakhir. "Pergerakan pasar global sepanjang pekan 5–9 Oktober 2026 diwarnai volatilitas saham teknologi, tingginya imbal hasil obligasi AS, dan risiko geopolitik," ujarnya.
Ia menjelaskan Wall Street sempat bergerak bervariasi seiring tekanan pada saham teknologi akibat kekhawatiran terhadap prospek pendapatan OpenAI serta kenaikan yield US Treasury yang meningkatkan tekanan terhadap valuasi saham.
Di pasar obligasi, yield US Treasury 10Y tetap berada di level tinggi. Meskipun sempat terkoreksi setelah lelang obligasi AS mendapat respons permintaan yang kuat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022