
Layar yang menampilkan IHSG di Gedung BEI, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpotensi bergerak volatil seiring pelaku pasar mencermati sentimen dari domestik maupun global.
IHSG pada Jumat pagi dibuka menguat 6,71 poin atau 0,11 persen ke posisi 5.846,49. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,38 poin atau 0,24 persen ke posisi 579,54.
Tren IHSG yang melemah sejak sepekan terakhir ini dinilai bukan semata-mata dipicu faktor kinerja emiten, melainkan kombinasi sentimen global dan domestik yang sedang membebani pasar.
"Pelemahan IHSG sepekan terakhir lebih dipengaruhi kombinasi tekanan global dan domestik. Penguatan dolar AS, capital outflow, pelemahan rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, serta meningkatnya persepsi risiko terhadap ekonomi domestik membuat investor cenderung melakukan aksi jual secara luas, termasuk pada saham-saham berfundamental kuat dan berdividen tinggi," ujar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rizal Taufikurahman kepada Jawapos.com.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan investor sedang mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Karena itu, tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham-saham yang memiliki fundamental lemah, tetapi juga pada emiten dengan kinerja yang relatif baik.
"Kondisi ini menunjukkan pasar sedang berada dalam fase risk-off, bukan semata karena kinerja emiten memburuk," lanjutnya.
Baca Juga:Gelombang Baru Musim Panas: Rekomendasi Drama Korea Terbaru yang Siap Mengguncang Bulan Juli 2026
Meski demikian, Rizal melihat koreksi yang terjadi saat ini juga membuka peluang bagi investor. Pasalnya, banyak saham mulai diperdagangkan pada valuasi yang lebih menarik setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Dia menilai peluang pemulihan IHSG tetap terbuka apabila sejumlah faktor pendukung mulai membaik, terutama stabilitas nilai tukar rupiah dan kembalinya aliran modal asing ke pasar domestik.
"Di sisi lain, koreksi ini juga membuka peluang karena banyak valuasi saham mulai murah. IHSG berpotensi bangkit jika rupiah kembali stabil, arus dana asing mulai masuk, dan kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi membaik," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
