
Total penyaluran kredit perbankan per Agustus 2026 tumbuh 13,65 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 9.178 triliun. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran kredit secara bulanan (month to month/mtm) menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada beberapa sektor strategis, seperti perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, pertambangan, pertanian, hingga konstruksi.
“Pertumbuhan kredit dari sektor-sektor tersebut dipandang akan terus mendorong pertumbuhan penyaluran kredit dan diharapkan dapat mendukung pencapaian target kredit perbankan sampai akhir tahun ini,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) secara daring di Jakarta, Senin (5/10).
Secara rinci, Dian menyampaikan bahwa kredit kepada sektor perdagangan besar dan eceran mencatatkan porsi sebesar 14,73 persen, diikuti sektor industri pengolahan dengan porsi kredit sebesar 16,66 persen.
Selanjutnya, sektor pertambangan dan penggalian dengan porsi kreditnya sebesar 5,21 persen; sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan porsi sebesar 6,79 persen; serta sektor konstruksi dengan porsi 6,70 persen.
Adapun total penyaluran kredit perbankan per Agustus 2026 tumbuh 13,65 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 9.178 triliun.
OJK mencatat, pertumbuhan kredit berada di atas pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Per Agustus 2026, DPK tumbuh sebesar 10,94 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 10.413 triliun.
Sejalan dengan itu, loan to deposit ratio (LDR) perbankan tercatat sebesar 88,14 persen, meningkat baik secara bulanan maupun tahunan.
Meski LDR naik, Dian mengatakan bahwa hal tersebut perlu dilihat secara proporsional sebagai bagian dari fungsi intermediasi perbankan, meskipun pada saat yang bersamaan mencerminkan adanya penurunan likuiditas sebagai konsekuensi dari penyaluran kredit yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan sumber pendanaannya.
Dalam beberapa bulan terakhir, imbuh dia, alat likuid perbankan juga terpantau cenderung melandai, khususnya pada bank-bank dengan pertumbuhan kredit yang relatif tinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022